Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Minggu Misi Sedunia ke-100, Uskup Edmundus Woga: Semua Sakramen Bersifat Misionaris, Kesaksian Harus Benar Bukan Abal-abal

Rian Marviriks Storintt.id
Hal itu semakin diperjelas dalam Injil tentang hukum yang terutama. Yesus menegaskan hukum yang paling tinggi adalah mengasihi Allah dengan segenap hati dan segenap akal budi, dan mengasihi sesama seperti diri sendiri.

STORINTT – Uskup Weetebula, Mgr. Edmundus Woga, CSsR, menegaskan semua sakramen yang diterima umat Gereja Katolik bersifat misionaris dalam perayaan Minggu Misi Sedunia ke-100 di Keuskupan Weetebula.

Perayaan tersebut dihadiri umat dari seluruh penjuru keuskupan, dari Balaghar, Malata, Tabundung, Lewa, Nggongi, Tana Malli hingga berbagai dekenat di wilayah Keuskupan Weetebula, Minggu(25/10/2026) di halaman pastoran paroki st. Arnoldus Jansen Tambolaka.

Mengawali homilinya Uskup Mgr. Edmundus menyampaikan bahwa suaranya sengau bukan karena belajar bahasa Prancis, melainkan karena flu keras hingga sulit tidur. Bahkan pada pukul 11.30 malam, ia sempat ingin menelepon Pastor Dekker untuk menggantikannya memimpin misa.

“Jam 11.30 malam saya sudah ambil HP mau telepon Pastor Dekker bahwa nanti Pastor yang pimpin saja besok pagi. Tapi dalam hati saya menyesal karena yang datang itu dari seluruh Keuskupan, dari segala sudut-sudut wilayah dan mereka bukan datang tanpa membawa apa-apa,” ujar Mgr. Edmundus.

Tutup
error: Content is protected !!