Minggu Misi Sedunia ke-100, Uskup Edmundus Woga: Semua Sakramen Bersifat Misionaris, Kesaksian Harus Benar Bukan Abal-abal
Mgr. Edmundus juga mengingatkan fokus pastoral keuskupan yang sederhana yakni menambah pengetahuan iman dan mengusahakan kehidupan sosial ekonomi yang lebih baik, bukan hanya kerja sendiri tetapi saling membantu melalui komunitas.
Dengan demikian, umat mengungkapkan kasih Allah dalam kehidupan sehari-hari, baik di antara sesama umat maupun dengan tetangga.
Ia menegaskan pesan bacaan pertama agar umat tidak pilih muka dalam membantu. Siapa saja yang menderita harus dibantu.
“Bahkan kalau kita memberi hutang kepada saudara-saudari kita, jangan berbuat seperti penagih hutang yang kasar. Kalau boleh berilah tanpa pamrih, itu harapan Tuhan,” pesannya.
Mengakhiri homilinya, Mgr. Edmundus Woga berharap perayaan Minggu Misi Sedunia ke-100 ini membawa kesadaran iman bagi seluruh umat untuk dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari.***