Minggu Misi Sedunia ke-100, Uskup Edmundus Woga: Semua Sakramen Bersifat Misionaris, Kesaksian Harus Benar Bukan Abal-abal
Hal itu semakin diperjelas dalam Injil tentang hukum yang terutama. Yesus menegaskan hukum yang paling tinggi adalah mengasihi Allah dengan segenap hati dan segenap akal budi, dan mengasihi sesama seperti diri sendiri.
“Pada dua hukum ini tergantung semua hukum Taurat dan kitab para nabi. Intinya ialah mengasihi Allah dan mengasihi sesama. Itu adalah tugas misioner kita,” tegas Uskup Edmundus
Ia menambahkan, baik dalam hidup berumah tangga maupun Sakramen Imamat, misinya adalah mempersatukan semua yang dibaptis dalam nama Tritunggal Mahakudus melalui pelayanan dan pengajaran kebenaran.
Uskup Weetebula itu mengapresiasi anak-anak yang telah berlomba-lomba menambah pengetahuan iman agar mampu memberikan kesaksian yang benar.
“Kita berikan kesaksian yang benar, bukan abal-abal, bukan tipu-tipu, bukan omong kosong seperti yang sekarang kita dengar terus-menerus di seluruh Indonesia,” tegas Mgr. Edmundus.
Menurutnya, kesaksian yang benar diperlukan agar umat dapat merasakan secara langsung betapa besar kasih Allah, sebagai bekal perjalanan menuju Sang Pencipta.