Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Minggu Misi Sedunia ke-100, Uskup Edmundus Woga: Semua Sakramen Bersifat Misionaris, Kesaksian Harus Benar Bukan Abal-abal

Rian Marviriks Storintt.id
Hal itu semakin diperjelas dalam Injil tentang hukum yang terutama. Yesus menegaskan hukum yang paling tinggi adalah mengasihi Allah dengan segenap hati dan segenap akal budi, dan mengasihi sesama seperti diri sendiri.

Menurutnya, umat yang datang membawa pengetahuan iman yang mereka perjuangkan melalui berbagai perlombaan di tingkat dekenat. Semua mempersiapkan pengetahuan yang benar tentang ajaran Iman Kristiani dan Iman Katolik.

“Itu semua pasti mengajar yang benar karena kita harus memberikan kesaksian tentang kebenaran Iman sebagai misionaris,” tegasnya.

Dalam khotbahnya, Uskup yang dikenal dekat dengan umat itu menjelaskan bahwa sakramen inisiasi seperti Permandian membuat umat menjadi murid Tuhan, anak-anak Allah, dan umat Allah. Pada saat dibaptis, Allah telah memberikan tugas untuk mewartakan iman.

Tugas itu semakin dikuatkan melalui Sakramen Krisma atau Penguatan, di mana umat dikuatkan menjadi dewasa dalam iman untuk memberikan kesaksian tentang Yesus Kristus.

Sementara dalam Sakramen Ekaristi, umat dibekali tubuh dan darah Kristus sebagai bekal pewartaan dalam kehidupan sehari-hari.

Mgr. Edmundus menegaskan bacaan Kitab Suci pada Minggu Misi berbicara tentang misi kasih. Bacaan pertama dari Kitab Keluaran menegaskan Allah adalah Allah yang pengasih dan tugas umat adalah mewartakan Allah yang mengasihi, terutama dengan tidak mengganggu dan menindas orang sederhana, orang miskin, dan orang yang tidak punya.

Tutup
error: Content is protected !!