Dinas Pendidikan SBD Tancap Gas Lobi Anggaran di Pusat: Di NTT Hanya SDK Marsudirini yang Dapat Bantuan Revitalisasi Gedung Sekolah
TIMEXNTT – Presiden Prabowo Subianto meluncurkan program revitalisasi gedung sekolah secara daring di 4 Sekolah Dasar(SD) yang menyebar di wilayah Indonesia.
Dari keempat sekolah tersebut, Dua diantaranya berada di Jawa Tengah, satu di Manado dan satunya lagi di Nusa Tenggara Timur(NTT).
Di Wilayah NTT, satu-satunya sekolah yang mendapat perhatian dari program ini adalah SDK Marsudirini di Sumba Barat Daya. Keberhasilan ini membuat banyak pihak heran lantaran SBD menjadi Kabupaten yang mendapatkan bantuan tersebut.
Hal ini tidak terlepas dari terobosan Dinas Pendidikan SBD dalam menjemput “bola” dari Pemerintah Pusat sebagaimana yang selalu ditekankan oleh Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonu Wulla.
Pasca peluncuran, Bupati Sumba Barat Daya langsung melakukan peletakan batu pertama. Ia didampingi oleh Wakil Bupati bersama sejumlah perwakilan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.
Ditemui sebelum acara peluncuran program revitalisasi gedung sekolah, Sekretaris Pendidikan dan Kebudayaan SBD, Ikshan A. Danibao mengatakan, pengajuan sekolah untuk mendapat bantuan tersebut mengacu pada Dapodik.
“Awal pengajuan mengacu pada Dapodik, hasil dari verifikasi teman-teman di Kemendikbud dapatlah salah satu sekolah menjadi example. Untuk NTT itu SDK Marsudirini dari sekian sekolah yang berada di SBD,” kata Ikshan, Jumat(02/05/2025).
Dari hasil verifikasi itu, Ikshan bersama Kabid SD di undang ke Pusat untuk melakukan evaluasi terkait dengan data di Dapodik dan sarana yang di lapangan.
Sedangkan, verifikasi dilakukan selama 3 hari. Ia tak menyangka bahwa perjuangan mereka untuk mendapatkan bantuan tersebut tidak sia-sia.
Hasilnya, Pemerintah Sumba Barat Daya melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mendapat bantuan dari program revalitasisi gedung sekolah dari Kemendikbid dengan anggaran sebesar Rp1,4 miliar.
Dana tersebut paling besar dibandingkan tiga sekolah lainnya yang juga mendapat bantuan dari program Presiden Prabowo Subianto.
“Beberapa minggu lalu itu kami verifikasi selama 3 hari. Dan hasilnya kami lolos dengan nilai MoU Rp1,4 miliar terbesar di Indonesia,” ucap Ikshan.
Dengan jumlah anggaran ini, SDK Marsudirini akan segera memiliki ruang belajar yang baru meski hanya sebatas perbaikan gedung.
Ikshan menjelaskan, SDK Marsudirini satu-satunya sekolah yang menjadi example dari seklolah lain karena memiliki jumlah siswa yang memadai. Namun, gedung sekolah dinilai sudah tidak memenuhi standar.
Berdasarkan hasil evaluasi, ada 14 ruang kelas yang akan dikerjakan. Sampai saat ini belum diketahui jangka waktu pelaksanaan, akan tetapi lounchingnya dimulai pada hari ini dan sudah bisa dikerjakan secara nasional.
“Alasan mendasar itu karena jumlah siswa yang tercover di SDK Marsudirini 565 orang. Dengan jumlah siswa yang besar namun keadaan gedung sekolah yang sudah tidak memenuhi standar itu menjadi salah satu syarat untuk menjadi example. Mudah-mudahan dengan kegiatan ini bisa menjadi tolak ukur sekolah lain,” katanya lagi.***
Tinggalkan Balasan