Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Dinas Pertanian SBD Dapat Suntikan Anggaran Miliaran Rupiah Dari APBN: 4 Kegiatan Siap Dieksekusi

Rian Marviriks Storintt.id
Dalam kegiatan ini, Dinas Pertanian SBD diminta untuk mengusulkan sejumlah kelompok tani untuk dilakukan survei oleh Dinas Pertanian NTT. Nantinya, Dinas Pertanian NTT akan menggandeng pihak Universitas Nusa Cendana(Undana) Kupang.(Dokpri Rian Marviriks)

STORINTT – Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya melalui Dinas Pertanian mendapat suntikan anggaran miliaran rupiah yang bersumber dari APBN tahun 2026.

Anggaran tersebut untuk menyukseskan sejumlah kegiatan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian dalam meningkatkan produktifitas pertanian di tingkat daerah, khususnya di Sumba Barat Daya, NTT.

Dalam kegiatan ini, Dinas Pertanian SBD diminta untuk mengusulkan sejumlah kelompok tani untuk dilakukan survei oleh Dinas Pertanian NTT. Nantinya, Dinas Pertanian NTT akan menggandeng pihak Universitas Nusa Cendana(Undana) Kupang.

Mereka akan turun ke Sumba Barat Daya untuk melakukan Survei, Identifikasi dan Desain(SID) terhadap Calon Petani dan Calon Lokasi(CPCL) yang hendak menerima manfaat.

Sementara itu, ada 4 kegiatan yang akan dilakukan dalam memanfaatkan anggaran miliaran rupiah tersebut. Diantaranya, Optimalisasi Lahan(Opla), Irigasi Perpompaan(Irpom), Pemeliharaan Jaringan Irigasi Tersier(Piter) dan Irpem.

“Tahun ini kita dapat bantuan APBN yang cukup besar dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian. Ada 4 kegiatan. Sedangkan penanggungjawab penuh kegiatan ini adalah Dinas Pertanian Provinsi NTT, kita hanya siapkan lahan dan mengawasi saja. Nanti ketika kita mengusulkan nama-nama kelompok, pihak provinsi akan menggandeng Undana Kupang untuk datang survei,” kata Yohanis Frin Tuka ketika ditemui beberapa hari lalu.

Pengusulan kelompok dilakukan tidak secara asal-asalan. Salah satu persyaratannya, kelompok yang diusulkan harus mempunyai potensi air. Sebab, program ini bertujuan untuk meningkatkan produktifitas pertanian pada musim kemarau.

Saat ini, khusus untuk kegiatan Pemeliharaan Jaringan Irigasi Tersier(Piter), sudah 5 kelompok tani yang anggarannya masuk direkening kelompok, masing-masing mendapat anggaran Rp100 juta dari 25 kelompok.

Sementara, untuk kegiatan Optimalisasi Lahan(Opla) masih dalam tahap survei. Dalam kegiatan ini dibutuhkan kurang lebih 382 hektar. Sedangkan, anggarannya akan disesuaikan dengan luas lahan yang disiapkan oleh masing-masing kelompok.

Selanjutnya, untuk kegiatan Irigasi Perpompaan(Irpom), Dinas Pertanian SBD mendapat alokasi anggaran Rp7.200.000.000. Masing-masing kelompok akan mendapatkan Rp150 juta dari 48 kelompok. Sedangkan Irpem hanya 6 kelompok dengan anggaran untuk satu kelompok Rp94 juta.

“Kita bersyukur tahun ini kita dapat bantuan itu. Jadi kita benar-benar dorong kelompok untuk bisa menyiapkan berbagai persyaratan. Tentunya ini tidak terlepas dari lobi yang dilakukan oleh Bupati dan Wakil Bupati. Per-hari ini beberapa kelompok sedang menyelesaikan berbagai persyaratan,” kata Frin Tuka.***

Tutup
error: Content is protected !!