Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Dinas Pertanian SBD Disebut Revisi RAB Sembunyi-Sembunyi Pakai Merk Lorentz, PPK dan Inspektorat Ikut Terseret

Masih tentang perbuatan Dinas Pertanian Sumba Barat Daya yang dinilai mau mencari keuntungan pribadi dari bantuan sumur bor anggaran tahun 2024.(Dok.Istimewa)

Saat meminta rekomendasi pencairan tahap II, pihak dinas malah memaksa kelompok untuk harus menggunakan merk Lorentz. Jika tidak, rekomendasi pencairan tahap II tidak akan diberikan.

“Sebelum tanda tangan itu RAB mereka baca, saya juga baca helai demi helai, tidak ada merk dalam RAB,” kata salah satu kelompok tani penerima bantuan sumur bor yang namanya enggan diberitakan.

Selanjutnya, ketika melakukan penandatangan, kelompok tani ini meminta RAB sebagai acuan dirinya untuk melaksanakan pekerjaan tersebut. Sayangnya, pihak dinas masih menahan lantaran belum dijilid atau diperbanyak.

Baca Juga  DPRD SBD Minta Inspektorat Audit JUT Kabali Dana Webar Yang Menelan Anggaran Rp300 Juta

Kelompok diminta untuk segera melaksanakan pekerjaan tahap I dan memesan barang yang kualitasnya terpercaya.

“Setelah tanda tangan, saya minta RAB, mereka(pihak dinas) bilang kami jilid dan perbanyak dulu, silakan kerja dan pesan barang sesuai hasil sosialiasasi. Ok saya bilang, ” katanya lagi.

Baca Juga  Miris, Air Sudah Naik dan Dinikmati Masyarakat, Dinas Pertanian SBD Sebut Bermasalah, Ada Apa?

Mendapat penjelasan itu, kelompok langsung menindaklanjuti. Mereka tak berpikir panjang lagi, dalam proses pengeboran, mereka juga langsung memesan barang untuk kebutuhan pekerjaan tahap II.

Sayangnya, 3 minggu kemudian, kelompok tani dikejutkan dengan perubahan RAB yang diberikan oleh Dinas Pertanian SBD.

Mereka terkejut, karena dalam RAB sudah tertulis merk barang yang sebenarnya tidak ada dalam penandatanganan awal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!