Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Dinas Sosial Sumba Barat Daya Siapkan Rp157 Juta Untuk Bantuan Perbengkelan dan Pertukangan

Rian Marviriks Storintt.id
Bantuan itu dinilai sebagai salah satu cara Pemerintah Sumba Barat Daya dalam meningkatkan keahlian bagi pengusaha bengkel dan meubeler, serta meningkatkan taraf hidup dan produktivitas masyarakat.(Dokpri Rian Marviriks)

STORINTT – Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya melalui Dinas Sosial menyediakan anggaran Rp157 juta untuk bantuan perbengkelan dan pertukangan di tahun 2026.

Bantuan itu dinilai sebagai salah satu cara Pemerintah Sumba Barat Daya dalam meningkatkan keahlian bagi pengusaha bengkel dan meubeler, serta meningkatkan taraf hidup dan produktivitas masyarakat.

Dengan demikian, secara bertahap diyakini akan merubah kehidupan masyarakat, khususnya bagi masyarakat pengusaha tukang atau meubeler dan pengusaha bengkel untuk lebih sejahtera ke depan.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Sosial Sumba Barat Daya, Lukas P Mone, Senin(26/01/2026) ketika ditemui di ruang kerjanya.

Baca Juga  DPRD SBD Sebut Kasus Desa Panenggo Ede Sudah Lama; kantor desa lebih kalah dari kandang kambing

“Pada tahun ini ada alokasi anggaran Rp157 juta untuk bantuan perbengkelan dan pertukangan,” kata Lukas.

Sementara itu, bantuan ini akan disalurkan bukan melalui kelompok, melainkan perorangan, khususnya, bagi masyarakat yang bekerja sebagai tukang maupun pengusaha bengkel.

Di tahun ini, alokasi anggaran Rp157 juta itu akan menyasar 15 orang penerima manfaat. Yang terdiri dari 7 orang yang berprosfesi sebagai tukang kayu, dan 8 orang perbengkelan.

Namun demikian, Lukas menegaskan, bantuan ini dapat diperoleh dengan cara mengajukan proposal.

Selanjutnya, pihak Dinas Sosial akan melakukan survei untuk memastikan perihal proposal tersebut.

Baca Juga  Tak Main-Main, Bupati SBD Akan Rekomendasi Kades yang Bandel untuk Diperiksa dan Diproses Hukum

“Ya, sekarang sudah bisa ajukan proposal, dan perlu kita ketahui bersama, saat ini masih ada proposal yang antri yang belum terlayani pada tahun 2025 karena keterbatasan anggaran, tetapi tidak menutup peluang untuk masyarakat lain dalam mengajukan proposal tersebut,” jelasnya.

Lebih lanjut, Lukas menuturkan, pihaknya akan mengutamakan bagi masyarakat yang memang fokus pada bidang perbengkelan dan pertukangan.

“Kita pasti survei dulu sebelum proposal disetujui. Kita akan prioritas bagi masyarakat yang memang menjadikan pekerjaan itu sebagai harapan satu-satunya. Nantinya akan dibantu beberapa alat atau mesin dari total anggaran tersebut,” kata dia.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!