Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Dishub SBD Segera Bangun Road Barrier Kurang Lebih 200 Meter di Pasar Waimangura Wewewa Barat

Pemerintah Sumba Barat Daya melalui Dinas Perhubungan(Dishub) segera membangu road barrier atau pembatas jalan raya tepatnya di Pasar Waimangura, Kecamatan Wewewa Barat.(Dokpri Rian Marviriks)

TIMEXNTT – Pemerintah Sumba Barat Daya melalui Dinas Perhubungan(Dishub) segera membangun road barrier atau pembatas jalan raya tepatnya di Pasar Waimangura, Kecamatan Wewewa Barat.

Pembangunan road barrier ini merupakan salah satu cara untuk menghindari kemacetan yang sering terjadi di wilayah itu.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sumba Barat Data, Fransiskus Lamunde mengatakan, salah satu program yang dilakukan oleh pihaknya dalam mendukung 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati adalah pembangunan pembatas jalan di Pasar Waimangura. Pembangunan road barrier ini akan dilakukan dalam waktu dekat.

“Terakait dengan pasar Waimangura, hal yang mungkin bisa dilakukan dalam waktu dekat berkaitan dengan program 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati maka salah satunya adalah pembangunan barrier pembatas jalan,” kata Fransiskus ketika ditemui, Senin(14/04/2025).

Baca Juga  Tunjangan Guru Batal Dicairkan Karena Tidak Disiplin, Bupati SBD Minta Kawal Dinas Pendidikan dan SD Poma

Menurutnya, road barrier ini memiliki volume kurang lebih 200 meter. Dengan kondisi jalan yang masih terbilang sempit, dari segi teknis, Fransiskus menyebut bisa dibangun road barrier.

Namun, ia mengakui pembangunan road barrier dapat dimanfaatkan dengan baik apabila seluruh pedagang yang berjualan di bahu jalan diarahkan ke dalam area pasar.

“Sepanjang kurang lebih 200 meter. Dari segi teknis itu bisa. Manakala dengan syarat tertentu seluruh penjual di bahu jalan itu berada di area pasar,” sebut Fransiskus.

Baca Juga  Arya Sumba Kodi Resort Teken MoU Dengan Pemerintah Sumba Barat Daya NTT

Disisi lain, Fransiskus menyebut penambahan akses masuk ke area pasar juga perlu diperhatikan. Sebab, saat ini hanya dua pintu masuk keluar masyarakat ketika melakukan aktivitas di pasar tersebut.

Dampaknya, masyarakat tertumpuk hingga membuat akses masuk area pasar menjadi macet atau menyusahkan pengguna kendaraan yang memuat barang.

“Akses masuk ke dalam area pasar juga perlu diperbanyak, bukan hanya dua seperti saat ini. Misalnya tambah akses dua tangga sehingga keluar masuknya orang sehingga tidak tertumpuk,” ucapnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!