Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Dituding Klaim Hasil Merantau, Kepala Desa Weekombak: Kami Tidak Pernah Bilang Pakai Dana Desa Semua

Informasi tersebut dinilai tidak benar karena Pemerintah Desa Weekombak, Kecamatan Wewewa Barat tidak pernah mengklaim sebagaimana yang dinarasikan dalam unggahan facebook tersebut.(Dokpri Rian Marviriks)

TIMEXNTT – Soal unggahan akun facebook @Muka Ni Plsu yang menuding Pemerintah Desa Weekombak telah klaim pembangunan rumah warga dalam menggunakan dana desa hingga 100 persen adalah tidak benar.

Informasi tersebut dinilai tidak benar karena Pemerintah Desa Weekombak, Kecamatan Wewewa Barat tidak pernah mengklaim sebagaimana yang dinarasikan dalam unggahan facebook tersebut.

Ditemui, Kepala Desa Weekombak, Kecamatan Wewewa Barat, Melkianus Bili Lede membantah tudingan soal klaim pembangunan rumah warga dalam menggunakanan dana desa 100 persen.

Ia mengakui bahwa Pemerintah Desa Weekombak hanya memberikan bantuan bahan bangunan dalam menggunakan dana desa anggaran tahun 2024.

Bantuan bahan bangunan ini bukan untuk pembangunan rumah warga hingga finis. Jadi, ditegaskannya lagi bahwa tidak ada klaim apapun yang dilakukan pihaknya.

Baca Juga  Daftar Lengkap Pejabat yang Dilantik Bupati Sumba Barat Daya

Melkianus merasa terkejut ketika Pemerintah Desa Weekombak dituding dalam melakukan tindakan tersebut.

“Kami tidak pernah klaim kalau itu semua hasil dari bantuan dana desa. Benar, ada bantuan bahan bangunan dengan menggunakan dana desa anggaran tahun 2024, tapi tidak 100 persen untuk penyelesaian pembangunan. Sisanya dilanjutkan sendiri oleh warga,” kata Melkianus, Selasa(27/05/2025) ketika dimintai tanggapannya atas unggahan di facebook yang viral saat ini.

Bantuan bahan bangunan ini disalurkan ketika warga yang menudingnya itu sedang dalam proses pembangunan.

Dengan pembangunan yang sudah selesai saat ini, Melkianus mengaku tidak pernah mengumbar-ngumbar kepermukaan publik bahwa pembangunan rumah tersebut 100 persen dari dana desa. Sebab, desa hanya membantu bahan bangunan sesuai anggaran yang ada.

Baca Juga  Pekerjaan Jembatan Wae Lampang Telan Anggaran 10 M Diduga Terjadi Nepotisme, Salah Satu Proyek Dampingan Kejari Manggarai

Sebelum viral, Inspektorat SBD juga telah melakukan pemeriksaan terhadap penggunaan dana desa tahun 2024, termasuk alokasi anggaran terhadap bantuan bahan bangunan tersebut.

Khusus untuk anggaran bantuan bahan bangunan, kata dia, saat pemeriksaan tidak ada temuan. Sehingga, ia menilai bahwa bantuan yang disalurkan sudah tepat sasaran.

“Saya sudah diperiksa Inspektorat tentang penggunaan dana desa tahun 2024, juga termasuk anggaran bantuan bahan bangunan. Tidak ada temuan saat itu,” katanya lagi.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar

  1. Bantuan bangunan itu, apa saja, yg trimah atas nama siap, trus ibu itu Uda mengakui bahwa di di temui pak sek, sana puce. Untuk mendapatkan seng 50 lembar Senen sana paku seng dan pupuk cair. Ap itu fitnah???

Tutup
error: Content is protected !!