Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

DPRD SBD Sebut Kasus Desa Panenggo Ede Sudah Lama; kantor desa lebih kalah dari kandang kambing

DPRD Sumba Barat Daya mengecam keras perbuatan Kepala Desa Panenggo Ede, Kecamatan Kodi Balaghar, Marten Mete dalam menggunakan dana desa.(Dokpri Rian Marviriks)

Disisi lain, Ansel juga menyoroti sejumlah pengaduan masyarakat yang dilayangkan ke DPRD Sumba Barat Daya. Ansel sesalkan jawaban-jawaban Kepala Desa Panenggo Ede tidak berbasis data yang akurat.

Selain itu, ia juga menilai kerja-kerja kolaborasi Pemerintahan Desa Panenggo Ede tidak berjalan dengan baik. Hal itu diyakini lantaran melihat sikap perangkat desa Panenggo Ede yang tidak kompak dalam pertanggungjawabkan program kerja.

Baca Juga  MIRIS! Baru Dilantik, Oknum DPRD SBD Fraksi Gerindra Kini Berhadapan Dengan Hukum

Menurutnya, Desa Panenggo seharusnya menjadi teladan atau representase Kecamatan Kodi Balaghar karena Desa Panenggo Ede merupakan Ibu Kota Kecamatan. Namun, kata Ansel, kandang kambing lebih bagus dibandingkan Kantor Desa Panenggo Ede.

“Keluhan yang disampaikan, ada empat hal, saya seirama dengan yang disampaikan Pak Inspektorat terkait beberapa yang ditanya tetapi harus berbasis data. Tetapi bapak desa jawab begitu saja. Saya lihat dari tadi perangkat desa bapak desa berdiri sendiri-sendiri, terus bagaimana mau bangun desa besar. Desa Panenggo Ede ini kotanya Balaghar ini. Tapi kantor desanya kalah dengan kandang kambing padahal dana besar ini. Jadi jangan bersembunyi dibalik RAB itu. Saya juga paham soal RAB,” kesal Ansel.***

Baca Juga  Pemerintah Sumba Barat Daya Dapat Penghargaan UHC Awards 2026, Golkar Acungkan Jempol

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!