DPRD SBD Sebut Kasus Desa Panenggo Ede Sudah Lama; kantor desa lebih kalah dari kandang kambing
Disisi lain, Ansel juga menyoroti sejumlah pengaduan masyarakat yang dilayangkan ke DPRD Sumba Barat Daya. Ansel sesalkan jawaban-jawaban Kepala Desa Panenggo Ede tidak berbasis data yang akurat.
Selain itu, ia juga menilai kerja-kerja kolaborasi Pemerintahan Desa Panenggo Ede tidak berjalan dengan baik. Hal itu diyakini lantaran melihat sikap perangkat desa Panenggo Ede yang tidak kompak dalam pertanggungjawabkan program kerja.
Menurutnya, Desa Panenggo seharusnya menjadi teladan atau representase Kecamatan Kodi Balaghar karena Desa Panenggo Ede merupakan Ibu Kota Kecamatan. Namun, kata Ansel, kandang kambing lebih bagus dibandingkan Kantor Desa Panenggo Ede.
“Keluhan yang disampaikan, ada empat hal, saya seirama dengan yang disampaikan Pak Inspektorat terkait beberapa yang ditanya tetapi harus berbasis data. Tetapi bapak desa jawab begitu saja. Saya lihat dari tadi perangkat desa bapak desa berdiri sendiri-sendiri, terus bagaimana mau bangun desa besar. Desa Panenggo Ede ini kotanya Balaghar ini. Tapi kantor desanya kalah dengan kandang kambing padahal dana besar ini. Jadi jangan bersembunyi dibalik RAB itu. Saya juga paham soal RAB,” kesal Ansel.***
Tinggalkan Balasan