Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Dukung Potensi Difabel, YHS Apresiasi Pemerintah Desa Bondo Kodi SBD

Kelompok Self Help Group(SHG) Lede Moripa yang baru setahun dibentuk pemerintah Desa Bondo Kodi ternyata menuai apresiasi.(Dokpri Rian Marviriks)

Untuk itu, ia meminta pemerintah desa supaya tetap melakukan aksi-aksi kemanusian dengan cara memberi dukungan dan fasilitasi penyandang disabilitas bukan hanya pada saat ada pendampian dari pihak LSM.

Dengan begitu, ia meyakini bahwa mereka(difabel) dapat menunjukan kemampuannya dengan ketrampilan yang ada dan akan bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Kami juga meminta pemerintah desa supaya terus memberi suport, menghubungkan para difabel dengan berbagai pihak. Bahkan kami bilang, kalau kelompoknya sudah kuat, nantinya, bilamana ada pihak lain yang mau bekerja sama bisa langsung tidak lagi melalui YHS. Tetapi keuangannya harus bagus dan tahu mengelola program sehingga kelompok difabel ini semakin berkelanjutan,” ujarnya.

Baca Juga  Belasan Tahun Menunggu, Di Masa Kepemimpinan Ratu Angga, Petrus Akhirnya Menerima Bantuan Perbengkelan: Demi Biaya Anak Kuliah

“Banyak lembaga yang hanya mendampingi karena ada proyek saja. Ketika proyek selesai maka dampingan berkelanjutan tidak ada lagi,” ujarnya lagi.

Baca Juga  Sejumlah Nama Bakal Calon Bupati SBD di Survei Menggunakan Lembaga Indekstat

Walaupun project YHS ini akan berakhir, Stefanus mengaku bersedia bilamana pihaknya dibutuhkan oleh pemerintah desa.

Namun, ia berharap pemerintah desa dapat mengembangkan pengetahuan yang diperoleh selama proses pendampingan YHS. Ia juga berharap supaya kelompok SHG Lede Mopir dapat mandiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!