Dukung Potensi Difabel, YHS Apresiasi Pemerintah Desa Bondo Kodi SBD
“Dari YHS sendiri punya komitmen untuk kelompok ini tetap berjalan meskipun projeck ini sudah selesai mereka dapat mandiri dalam mengembangkan potensi-potensi difabel,” tambahnya.
Untuk itu, ia meminta pemerintah desa supaya tetap melakukan aksi-aksi kemanusian dengan cara memberi dukungan dan fasilitasi penyandang disabilitas bukan hanya pada saat ada pendampian dari pihak LSM.
Dengan begitu, ia meyakini bahwa mereka(difabel) dapat menunjukan kemampuannya dengan ketrampilan yang ada dan akan bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Kami juga meminta pemerintah desa supaya terus memberi suport, menghubungkan para difabel dengan berbagai pihak. Bahkan kami bilang, kalau kelompoknya sudah kuat, nantinya, bilamana ada pihak lain yang mau bekerja sama bisa langsung tidak lagi melalui YHS. Tetapi keuangannya harus bagus dan tahu mengelola program sehingga kelompok difabel ini semakin berkelanjutan,” ujarnya.
“Banyak lembaga yang hanya mendampingi karena ada proyek saja. Ketika proyek selesai maka dampingan berkelanjutan tidak ada lagi,” ujarnya lagi.
Walaupun project YHS ini akan berakhir, Stefanus mengaku bersedia bilamana pihaknya dibutuhkan oleh pemerintah desa.
Namun, ia berharap pemerintah desa dapat mengembangkan pengetahuan yang diperoleh selama proses pendampingan YHS. Ia juga berharap supaya kelompok SHG Lede Mopir dapat mandiri.
Tinggalkan Balasan