FAKTA! DPD Gerindra NTT Mengusung Calon Tunggal, Rekomendasi DPP Untuk Calon Lain Hingga Hasil Survei
TIMEXNTT – Berikut catatan redakasi timexntt.id tentang polemik yang sedikit mengejutkan masyarakat Sumba Barat Daya(SBD), Nusa Tenggara Timur(NTT).
Kontroversi itu datang dari Partai besutan Prabowo Subianto di tengah-tengah proses Pilkada periode 2024-2029 di Kabupaten Sumba Barat Daya(SBD), NTT.
Bagaimana tidak? Partai pemenang Pilpres itu sungguh membuat masyarakat Sumba Barat Daya terkejut ketika dikeluarkan rekomendasi dukungan terhadap pasangan calon yang bukan di usung oleh DPD Partai Gerindra NTT.
Kendati demikian, dapat dinilai bahwa rekomendasi DPD Partai Gerindra NTT ke DPP Partai Gerindra hanya formalitas semata. Tidak lagi mengacu pada proses yang terjadi.
Untuk di Kabupaten Sumba Barat Daya, terdapat sejumlah bakal calon yang mengikuti proses penjaringan calon bupati dan calon wakil bupati.
Ada yang daftar secara tunggal dan juga ada yang daftarkan pencalonannya langsung dengan pasangan bakal calon wakil.
Saat itu, sejumlah bakal calon dan pasangan calon berlomba-lomba dalam menawarkan visi misi guna meyakinkan DPC Gerindra SBD demi mendapat dukungan.
Ditegaskan saat itu, semua bakal calon yang dinyatakan lengkap secara administrasi akan dikirimkan ke DPD Gerindra NTT guna melakukan proses lebih lanjut.
Bahkan ditegaskan lagi bahwa tidak ada bakal calon yang diistimewakan. Termasuk kader murni partai yang ikut daftarkan pencalonannya.
Hasil Survei Terhadap Bakal Calon di Sumba Barat Daya, Gerindra Dikabarkan Menggunakan Lembaga Indekstat
Tiga lembaga survei nasional, yakni Charta Politika, Losta Institute dan Indekstat telah menyelesaikan survei di Kabupaten Sumba Barat Daya.
Hasil survei ketiga lembaga itu, menempatkan Anggota DPR RI Periode 2019-2024, Ratu Ngadu Bonnu Wulla meraih tren elektabilitas teratas.
Dari sejumlah nama yang muncul dalam bursa bakal calon bupati, tokoh yang memiliki potensi keterpilihan setelah Ratu Wulla adalah Anggota DPRD Provinsi NTT Periode 2019-2024 Dominggus Dama dan Mantan Sekda Sumba Barat Daya Fransiskus Marthin Adilalo.
Survei Charta Politika pada periode 29 April – 05 Mei 2024, dari nama-nama bakal calon bupati yang disurvei secara terbuka, Ratu Wulla meraih elektabilitas 30,3 persen, diikuti Dominggus Dama 14 persen, dan Adilalo 9,3 persen.
Selanjutnya, Losta Institute pada periode survei 17 – 22 Juni 2024 memotret elektabilitas Ratu Wulla mencapai 50,5 persen. Sedangkan Dominggus Dama turun dikisaran 12,7 persen dan Adilalo menguat tipis 11,8 persen.
Konsistensi tren elektabilitas Ratu Wulla kembali menguat. Hasil survei Indekstat pada periode 20 Juni – 07 Juli 2024, Ratu Wula meraih elektabilitas sebesar 52 persen.
Penguatan elektabilitas juga terjadi pada Dominggus Dama 17,4 persen, sedangkan Adilalo mengalami penurunan elektabilitas menjadi 8,3 persen,
Sedangkan jika dilihat dari aspek popularitas dan kesukaan, ketiga lembaga survei tersebut memotret Ratu Wulla menjadi tokoh yang paling dikenal dari sejumlah nama-nama yang muncul dalam bursa Bakal Calon Bupati Kab. Sumba Barat Daya.
Charta Politika merekam tingkat popularitas Ratu Wulla mencapai 95 persen dengan tingkat kesukaan 87 persen, diikuti Dominggus Dama dengan popularitas 84 persen dan tingkat kesukaan 87 persen, sedangkan Adilalo popularitas hanya 56 persen dengan kesukaan sebesar 85 persen.

Demikian juga dengan potret Losta Institute, yang merekam tingkat popularitas Ratu Wulla sebesar 88,4 persen dengan tingkat kesukaan 91,2 persen.
Sementara popularitas Dominggus Dama sebesar 75,2 persen dengan tingkat kesukaan 85,5 persen. Sedangkan Adilalo popularitas hanya 69,3 persen dengan tingkat kesukaan 87,5 persen.
Indekstat memotret Ratu Wulla meraih popularitas mencapai 90 persen dengan tingkat kesukaan diangka 77,2 persen. Sedangkan raihan popularitas
Dominggus Dama sebesar 70,3 persen dengan tingkat kesukaan hanya 45,5 persen. Sementara Adilalo memiliki presentase popularitas hanya diangka 44,2 persen dengan kesukaan 30 persen.
DPD Partai Gerindra NTT Mengusung Calon Tunggal Untuk Pilkada Sumba Barat Daya ke DPP
DPD Partai Gerindra Provinsi Nusa Tenggara Timur(NTT) mengusung pasangan calon tunggal sebsgai bakal calon Bupati SBD dan Wakil Bupati SBD periode 2024-2029.
DPD Gerindra menyurati surat DPP Gerindra supaya partai besutan Prabowo Subianto itu dapat mengusung pasangan Dominggus Damma dan Rikhardus Holo Kondo menuju perhelatan Pilkada SBD bulan November mendatang.
Adapun isi surat yang diperoleh timexntt.id yang dikirim oleh DPD Gerindra NTT ke DPP Gerindra perihal Permohonan Surat Kepeutusan(SK) DPP Partai Gerindra.
Surat tersebut dikirim sejak tanggal 24 Juli 2024 dengan nomor NT.74.07/A/DPD-GERINDRA/2024 dan ditanda tangan oleh Ketua DPD Partai Gerindra NTT, Ir.Esthon L. Foenay, M.Si dan sekretaris Ir.Dominggus Umbu Zasa.

Dalam isi surat itu, DPD Gerindra NTT mengirim permohonan itu langsung kepada Ketua Umum/Ketua Dewan Pembina DPP Partai Gerindra di Jakarta untuk dapat merekomendasikan dan menyetuji pasangan Dominggus Dama dan Rikhardus Holo Kondo sebagai bakal calon bupati dan wakil bupati di Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT.
DPP Partai Gerindra Keluarkan Rekomendasi yang Bukan Usungan DPD Partai Gerindra NTT
DPP Partai Gerindra resmi mengusung pasangan calon Bupati SBD dan Wakil Bupati SBD, Fransiskus M Adilalo dan Jeremia Tanggu untuk Pilkada SBD bulan November mendatang.
Keputusan tersebut dituangkan dalam Surat Rekomendasi DPP Gerindra dengan Nomor: 08-1247/Rekom/DPP-GERINDRA/2024 yang ditandatangani pada tanggal 08 Agustus 2024.
Perihal surat tersebut adalah rekomendasi bakal calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Sumba Barat Daya periode 2024-2029.

Surat rekomendasi tersebut ditanda tangan oleh Ketua Dewa Pembina/Ketua Umum, H.Parbowo Subianto dan Sekretaris Jenderal, H.Ahmad Muzani.
Rekomendasi itu ditujukan kepada Fransiskus M Adilalo dan Jeremia Tanggu yang merupakan pasangan calon di Kabupaten Sumba Barat Daya(SBD), Nusa Tenggara Timur(NTT).
Dari catatan redaksi di atas, pembaca setia timexntt.id diminta untuk bijak dalam menyikapinya. Dan juga menjaga suasanan proses penyelenggaraan Pilkada SBD tetap kondusif. Bagaimana tanggapanmu?***
Tinggalkan Balasan