Fakta Terbaru! Bendahara Ngaku Terima Fee Rp4 Juta dari Proyek DAK SBD Rp300 Juta
“Betul saya bendahara. Selama ini saya hanya melakukan pencairan bersama ketua. Pulang pencairan sampai dirumah ketua, saya langsung serahkan kepada ketua juga. Saya tidak tahu apa saja yang dibelanjakan karena saya tidak dilibatkan. Semua kuitansi belanja dan buku rekening ada di ketua,” kata Yulius ketika ditemui, Jumat(14/02/2024).
Ketika ditanya tentang tanda penyerahan uang kepada ketua poktan, Yulius menyebut ia tidak membuatnya. Ia tidak membuat lantaran diminta oleh ketua poktan sendiri.
Yulius merasa kehadiran dirinya sebagai bendahara hanya diperuntukan membantu proses pencairan. Ia bahkan tidak mengetahui sumber anggaran dari pekerjaan ini.
“Selama ini saya hanya bantu ketua untuk proses pencairan di Bank NTT saja. Saya tidak terlibat lagi dengan hal-hal lain termasuk dalam belanja,” sebutnya.
Lebih lanjut, Yulius mengakui, dirinya menerima uang dari anggaran Rp300 juta yang semestinya untuk proyek jalan usaha tani di Dusun Pancasila, Desa Kabali Dana.
Ia menerima uang itu dari ketua poktan sejak pencairan tahap II sebesar Rp2 juta. Kemudian, pada pencairan tahap III, ia kembali menerima Rp2 juta. Jadi total yang diterimanya Rp4 juta.
Tinggalkan Balasan