Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Fakta Terbaru! Bendahara Ngaku Terima Fee Rp4 Juta dari Proyek DAK SBD Rp300 Juta

Yulius mengakui, dirinya menerima uang dari anggaran Rp300 juta yang semestinya untuk proyek jalan usaha tani di Dusun Pancasla, Desa Kabali Dana.(Dokpri Rian Marviriks)

Yulius mengatakan, dirinya dalam pekerjaan ini hanya memiliki tugas dalam proses pencairan.

Yulius menyebut dirinya juga tidak memegang uang pasca pencairan di Bank NTT Weetebula. Sebab, kata dia, uang yang dicairkan langsung diserahkan kepada ketua poktan secara tunai. Dengan begitu, ia tidak mengetahui pembelanjaan dalam proyek ini.

Baca Juga  Tahapan Pilkada SBD, Pewarta SBD Sepakati Hal ini

Mirisnya lagi, seluruh kuitansi belanja untuk kegiatan ini tidak diketahuinya. Pasalnya, selama proses pembelanjaan dilakukan oleh ketua poktan tanpa melibatkan dirinya.

“Betul saya bendahara. Selama ini saya hanya melakukan pencairan bersama ketua. Pulang pencairan sampai dirumah ketua, saya langsung serahkan kepada ketua juga. Saya tidak tahu apa saja yang dibelanjakan karena saya tidak dilibatkan. Semua kuitansi belanja dan buku rekening ada di ketua,” kata Yulius ketika ditemui, Jumat(14/02/2024).

Baca Juga  Resmikan Sumur Bor di Kelompok Tani Lopes, Bupati Ratu Wulla: Rawat Baik-Baik

Ketika ditanya tentang tanda penyerahan uang kepada ketua poktan, Yulius menyebut ia tidak membuatnya. Ia tidak membuat lantaran diminta oleh ketua poktan sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!