Fakta Terbaru! Bendahara Ngaku Terima Fee Rp4 Juta dari Proyek DAK SBD Rp300 Juta
Yulius merasa kehadiran dirinya sebagai bendahara hanya diperuntukan membantu proses pencairan. Ia bahkan tidak mengetahui sumber anggaran dari pekerjaan ini.
“Selama ini saya hanya bantu ketua untuk proses pencairan di Bank NTT saja. Saya tidak terlibat lagi dengan hal-hal lain termasuk dalam belanja,” sebutnya.
Lebih lanjut, Yulius mengakui, dirinya menerima uang dari anggaran Rp300 juta yang semestinya untuk proyek jalan usaha tani di Dusun Pancasila, Desa Kabali Dana.
Ia menerima uang itu dari ketua poktan sejak pencairan tahap II sebesar Rp2 juta. Kemudian, pada pencairan tahap III, ia kembali menerima Rp2 juta. Jadi total yang diterimanya Rp4 juta.
Yulius menerima uang itu secara tunai dari ketua poktan pasca pencairan tahap II dan tahap III. Ia mengakui lagi bahwa uang yang diterima merupakan fee dari anggaran Rp300 juta tanpa dimintanya.
Tinggalkan Balasan