Geram! Masyarakat Sebut Kepala Desa Panenggo Ede Pembohong; Tangkap, dia penyakit
TIMEXNTT – Kesabaran masyarakat dalam menyikapi kepemimpinan Kepala Desa Panenggo Ede, Kecamatan Kodi Balaghar, Marten Mete mulai tak teratasi.
Bahkan, mereka meminta kepada pihak yang berwewenang untuk segera menangkap dan meminta bukti atas kerja-kerja Kepala Desa Panenggo Ede dalam menggunakan dana desa dari tahun 2021 hingga tahun 2024.
Kekecewaan masyarakat semakin memuncak ketika Kepala Desa Panenggo Ede menjawab semua pertanyaan Kepala Inspektorat Sumba Barat, Theofilus Natara tanpa data.
Gelagak kepala desa yang terkesan cuek dalam mempertanggungjawabkan penggunaan dana desa tanpa data semakin memicu kemarahan masyarakat.
Bukan hanya masyarakat, sikap kepala desa ini juga memicu amarah Theofilus hingga memintanya untuk mencari data-data yang dibutuhkan.
“Mana data-data penerima BLT dan Bansos? Kenapa tidak camtunkan di APBDes? Silakan ambil SK penerima BLT dan Bansos,” pintah Theofilus kepada Kepala Desa Panenggo Ede, Marten Mete.
Kemudian, dengan santai, kepala desa tampak terlihat meninggalkan ruangan menuju tepat ke dalam mobilnya untuk mengambil data.
Disisi lain, masyarakat diberi kesempatan untuk menyampaikan berbagai keluhan sebagaimana yang diadukan.
Sontak, seorang warga yang duduk dilantai Kantor Desa Paneggo Ede langsung mengangkat tangan untuk mewakili warga lainnya. Ia pun diberi kesempatan.
Ia menyoroti soal musawara dusun dan musawara desa yang tidak pernah dilakukan. Hal itu disorotnya lantaran masyarakat tidak pernah dilibatkan.
“Bilang ada rapat-rapat, semenjak jabat sebagai kepala desa dari tahun 2021 sampai 2024 tidak pernah ada rapat,” tanya warga itu dengan tegas dihadapan kepala desa, DPRD, Inpektorat, PMD dan Camat.
Dengan nada lantang, ia mengungkapkan segala bentuk kejanggalan penggunaan dana desa sejak tahun 2021 hingga tahun 2024. Warga itu mempertanyakan kerja nyata kepala desa yang dinilai tidak ada bukti fisik.
Bahkan, ia menunjukan atap kantor yang sudah bolong, tidak berjendela dan tidak mempunyai kursi maupun meija.
“Bapak-bapak dari kabupaten saksiskan sudah sekarang, kami duduk di lantai, atap sudah bocor, jendela sudah terlepas, kursi kantor tidak. Lihat sudah sekarang kami duduk di lantai,” tegas warga itu sambil menunjuk atap kantor yang bolong.
Bukan hanya itu, Kepala Desa Panenggo Ede disebut sudah membuat laporan fiktif terhadap pekerjaan-pekerjaan yang dianggarkan menggunakan dana desa.
Bahkan, Kepala Desa Panenggo Ede dinilai telah membohongi seluruh masyarakat termasuk DPRD, Camat, PMD dan Inspektorat ketika memberi penjelasan ada aduan masyarakat. Dengan begitu ia diminta untuk segera ditangkap.
“Banyak yang dia karang, banyak yang dia bohong, tolong tangkap dia sekarang. Dia penyakitnya Desa Panenggo Ede. Bukti apa yang ada dari tahun 2021 sampai tahun 2024. Buktikan sekarang,” tegas warga itu.
Melihat suasana sudah tidak mulai kondusif, Kepala Inspektorat SBD, Theofilus Natara mencoba menenangkan masyarakat. Ia meminta supaya segala aduan dipercayakan kepada pihaknya untuk diselesaikan.
“Soal tangkap menangkap itu nanti urusan APH. Percaya sama kami, kalau tidak percaya silakan ke APH. Kami akan audit ini, percayalah,” ungkap Theofilus.***
Tinggalkan Balasan