Gerardus Maliti Puji Gagasan Gubernur NTT Untuk Sumba
TIMEXNTT – Kolonel (TNI) Gerardus Maliti memuji gagasan Gubernur NTT, Melki Laka Leka, yang mengajak empat bupati di Pulau Sumba untuk berkolaboratif membangun Sumba dalam semangat satu Sumba.
“Saya memuji dan mendukung gagasan Gubernur NTT yang mengajak para bupati di Sumba untuk berkolaborasi membangun Sumba, khususnya di bidang pangan dan air. Kita sama sama paham bahwa dana yang dimiliki Pemda di Sumba sangat terbatas, sementara tantangan yang dihadapi masyarakat sangat besar. Karena itulah Pemda seSumba perlu bekerjasama, termasuk dalam penggalangan, agar masalah-masalah besar di pulau ini bisa diselesaikan,”ujar Gerardus Maliti yang biasa disapa GM ini.
GM mengatakan tantangan terbesar masyarakat di Sumba adalah air bersih. Sejauh ini masyarakat di Sumba umumnya masih sulit untuk mendapatkan air bersih dalam jumlah cukup dan memadai baik untuk kebutuhan rumah tangga, pertanian, peternakan, dan sebagainya.
“Di mana mana, mulai dari Sumba Timur hingga Sumba Barat Daya kita menyaksikan masyarakat sangat sulit mendapatkan air bersih. Kalaupun ada, jaraknya sangat jauh dari rumah mereka. Akibatnya banyak keluarga yang terpaksa membeli air di mobil tangka dengan harga sangat mahal,” tegas Perwira Menengah Angkatan Udara ini.
GM mengajak Gubernur NTT hingga para bupati di Sumba untuk berinvestasi dalam pengadaan air bersih ini.
“Saya kira bisa mulai di survey di wilayah mana saja yang banyak airnya. Di Sumba Timur dan Sumba Barat pengalaman kita cukup melimpah airnya, baik air permukaan maupun dalam tanah. Dari wilayah ini bisa saya dibuat reservoar raksasa untuk menampung air, lalu dengan teknologi pipa bisa dialirkan ke seluruh Sumba. Israel dan Cina sudah melakukan ini. Seharusnya Sumba juga bisa,” tegasnya.
Dalam pandangan GM, pengadaan air bersih yang cukup dan terjangkau bagi masyarakat Sumba adalah awal dari peletakan pondasi ekonomi yang kuat bagi Sumba.
Sebab dengan hadirnya air bersih di mana mana, masyarakat Sumba sudah bisa mulai bercocok tanam lebih intensif tanpa harus menunggu datangnya musim hujan.
Beragam komoditas pertanian seperti cabe, bawang, jambu mete, kelapa, kopi, dan lain sebagainya bisa dikembangkan.
Di sisi lain peternakan pun akan berkembang pesat seperti peternakan ayam, babi, sapi, dan kerbau.
“Jika pondasi ekonomi ini sudah ada, maka ekonomi Sumba akan lebih mudah berkembang. Sebab kita sudah bisa memproduksi dan ada peluang untuk mengekspornya ke wilayah lain. Beragam industri pertanian dan peternakan bisa dikembangkan di Sumba sebab ada bahan bakunya,” jelas GM.
GM menambahkan memang tidak mudah merealisasikan hal ini; namun Pemda di Sumba perlu memulainya agar setahap demi setahap menuju pada swasembada air. “Jika bupati saat ini sudah mulai, nanti bisa dilanjutkan oleh bupati berikutnya,” tutup GM.
Seperti diberitakan sebelumnya, Gubernur Laka Lena telah mengadakan rapat dengan empat bupati di Sumba untuk bekerjasama mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi oleh masyarakat di Pulau Sumba.
Gubernur Laka Lena mengatakan sudah saatnya para bupati meninggalkan ego wilayah dan mulai bekerjasama mengatasi masalah-masalah yang dihadapi masyarakat.
Salah satu yang menjadi perhatian gubernur adalah masalah pangan dan air bersih. Ini juga selaras dengan visi besar Presiden Prabowo yang menginginkan Indonesia cukup air dan mudah dijangkau oleh masyarakat.***
Tinggalkan Balasan