Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Hanya di SMA Negeri Wewewa Selatan, Siswa Sudah Tamat, PIP Diambil Oknum Guru

Hanya di SMA Negeri 1 Wewewa Selatan, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, siswa yang sudah tamat mendapat bantuan dana Program Indonesia Pintar(PIP) malah diambil oleh oknum guru.(Dok.Istimewa)

TIMEXNTT – Hanya di SMA Negeri 1 Wewewa Selatan, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, siswa yang sudah tamat mendapat bantuan dana Program Indonesia Pintar(PIP) malah diambil oleh oknum guru.

Untuk diketahui, baru-baru ini SMA Negeri 1 Wewewa Selatan mendapat sorotan karena perbuatan seorang oknum guru yang telah memotong PIP siswa pasca pencairan di bank BNI Weetebula.

Namun, berselang beberapa hari kemudian, Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Wewewa Selatan, Petrus Gono Ate menggelar rapat mendadak bersama sejumlah guru-guru.

Hasil dari rapat itu, seorang oknum guru yang mendampingi proses pencairan PIP siswa diminta untuk segera mengembalikan uang potongan tersebut.

Hal itu telah dibenarkan oleh salah satu siswa penerima PIP yang juga mendapat potongan dari oknun guru tersebut. Akan tetapi, beberapa diantara mereka belum berkesempatan mengambil lantaran sudah liburan sekolah.

“Ibu sudah kasih tau ke teman-teman yang ada kemarin pada saat pembagian, mereka bilang setelah Natal masuk kembali sekolah untuk menghadap di ibu terima kembali uang potongan untuk kami yang tidak hadir,” ucap siswa tersebut yang namanya diminta supaya tidak diberitakan.

Baca Juga  Ratusan Data Siluman Ditemukan di SDK Ilhaloko Hingga Pending Pencairan Dana BOS: Bukan Dipersulit

Walau begitu, pasca sorotan soal pemotongan PIP siswa, kini SMA Negeri 1 Wewewa Selatan malah tercium fakta terbaru.

Bagaimana tidak, perbuatan MDN yang juga telah memotong PIP siswa kembali tercium lantaran nekat mencairkan PIP sejumlah siswa SMA Negeri 1 Wewewa Selatan yang sudah tamat.

MDN yang juga merupakan guru wali kelas di SMA Negeri 1 Wewewa Selatan memperalat enam siswa demi melancarkan perbuatannya.

Ia meminta enam orang siswa itu untuk membantu dirinya dalam melakukan tanda tangan terhadap slip penarikan PIP milik siswa yang sudah tamat.

Baru-baru ini, empat siswa dari enam siswa itu merasa dijebak oleh MDN karena telah melakukan berbagai cara dalam meyakinkan mereka guna menandatangani slip penarikan di bank BNI Weetebula.

Seorang siswa mengaku tanda tangan slip penarikan PIP milik alumni SMA Negeri 1 Wewewa Selatan berinisial RSD. Sedangkan ketiga siswa lainnya belum dapat dikonfirmasi.

Mereka mendapat biaya transportasi pasca penarikan masing-masing sebesar Rp100.000. Sementara PIP milik siswa yang sudah tamat berhasil dicairkan sebesar Rp900.000. Jadi total yang dicairkan adalah Rp3.600.000.

Baca Juga  BEM Unika Weetebula Sentil Pengusaha yang Tambang Pasir Menggunakan Alat Berat: Masyarakat Dicekik

Kendati mengetahui bahwa perbuatan MDN yang membujuk mereka menandatangani slip penarikan PIP milik empat siswa yang sudah tamat merupakan perbuatan yang salah, seorang siswa itu pun membongkar kedok MDN.

Menurutnya, MDN telah peralat dua siswa lainnya untuk melakukan perbuatan yang sama.

Saat itu, MDN berhasil melancarkan perbuatannya dengan mencairkan PIP milik kedua siswa yang sudah tamat dengan membujuk dua siswa lainnya untuk tanda tangan slip penarikan di Bank BNI Weetebula.

“Sebelum kami empat orang kaka, sudah ada dua teman kami yang lebih dulu bantu ibu M**i untuk cairkan beasiswa anak-anak yang sudah tamat. Mereka dapat Rp75 ribu karena sudah bantu ibu M**i kakak. Ibu M**i bilang ini uang untuk tutup tunggakan uang sekolah kakak,” sebutnya.

Hingga berita ini ditayangkan, Kepala Sekolah di SMA Negeri 1 Wewewa Selatan belum memberi tanggapan atas perbuatan MDN tersebut.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!