Hasil Pertemuan Lintas Sektor Kampung Ratenggaro Sumba Barat Daya
Selnjutnya, penghuni Kampung Adat Ratenggaro memahami akibat viralnya video tersebut telah membuat nama kabupaten dan provinsi menjadi tercoreng dan bisa menyebabkan wisatawan menjadi berkurang yang berkunjung ke Kabupaten Sumba Barat Daya.
Penghuni Kampung Adat Ratenggaro meminta untuk terus dilakukan pendampingan, pelatihan dan pembinaan dalam menghadapi wisatawan dan mengelola objek wisata Ratenggaro.
Penghuni Kampung Adat Ratenggaro mengakui bahwa salah satu sumber masalah/konflik yang terjadi adalah akibat pemungutan retribusi masuk lokasi wisata yang tidak transparan oleh pengelola karcis masuk.
Penghuni Kampung Adat Ratenggaro sepakat untuk tidak mengeksploitasi anak-anak serta melarang dengan keras anak-anak melakukan pungli dan memotivasi anak-anak untuk sekolah.
Penghuni Kampung Adat Ratenggari sepakat mengakhiri perselisihan dan mengaktifkan kembali Loket Jaga yang saat ini terhenti akibat masalah internal penghuni Kampung Adat Ratenggaro (Jika diperlukan kesepakatan ini tertulis yang ditandatangani bersama dan kesepakatan adat dengan menikam babi dan disaksikan oleh ibu Bupati dan seluruh unsur lintas sektor).
Penghuni Kampung Adat Ratenggaro sepakat untuk memberi sanksi hukum adat dan sanksi hukum pidana kepada oknum yang melanggar kesepakatan yang ada.
Tinggalkan Balasan