Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Hasil Pertemuan Lintas Sektor Kampung Ratenggaro Sumba Barat Daya

Pertemuan ini menghadirkan sejumlah pihak, termasuk warga masyarakat sekitar Kampung Ratenggaro.

Selnjutnya, penghuni Kampung Adat Ratenggaro memahami akibat viralnya video tersebut telah membuat nama kabupaten dan provinsi menjadi tercoreng dan bisa menyebabkan wisatawan menjadi berkurang yang berkunjung ke Kabupaten Sumba Barat Daya.

Penghuni Kampung Adat Ratenggaro meminta untuk terus dilakukan pendampingan, pelatihan dan pembinaan dalam menghadapi wisatawan dan mengelola objek wisata Ratenggaro.

Penghuni Kampung Adat Ratenggaro mengakui bahwa salah satu sumber masalah/konflik yang terjadi adalah akibat pemungutan retribusi masuk lokasi wisata yang tidak transparan oleh pengelola karcis masuk.

Baca Juga  Zita Anjani Jatuh Cinta Dengan Kampung Ratenggaro: Kita Jaga Kampung Halaman, Masyarakat Sangat Ramah

Penghuni Kampung Adat Ratenggaro sepakat untuk tidak mengeksploitasi anak-anak serta melarang dengan keras anak-anak melakukan pungli dan memotivasi anak-anak untuk sekolah.

Penghuni Kampung Adat Ratenggari sepakat mengakhiri perselisihan dan mengaktifkan kembali Loket Jaga yang saat ini terhenti akibat masalah internal penghuni Kampung Adat Ratenggaro (Jika diperlukan kesepakatan ini tertulis yang ditandatangani bersama dan kesepakatan adat dengan menikam babi dan disaksikan oleh ibu Bupati dan seluruh unsur lintas sektor).

Baca Juga  Utusan Presiden Prabowo, Zita Anjani Akan Ajak Verrel dan Fuji Kunjungi Kampung Ratenggaro di Sumba Barat Daya

Penghuni Kampung Adat Ratenggaro sepakat untuk memberi sanksi hukum adat dan sanksi hukum pidana kepada oknum yang melanggar kesepakatan yang ada.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!