Hitung Hari Pilkada SBD Dihelat, Ratu Wulla; jangan pilih yang bagi mejikom
TIMEXNTT – Hitung hari, perhelatan Pilkada SBD segera dihelat. Dipastikan tiga pasangan calon akan bersaing ketat dalam merebut karpet merah di Kabupaten Sumba Barat Daya(SBD), Nusa Tenggara Timur(NTT).
Pasangan calon nomor urut 1, Ratu Ngadu Bonu Wulla – Dominikus Alphawan Rangga Kaka terus melakukan edukasi politik kepada seluruh masyarakat Sumba Barat Daya.
Selain menawarkan sejumlah program yang akan dilakukan ketika terpilih nantinya, pasangan calon Ratu Angga juga giat memberi edukasi dan sosialisasi tentang cara pencoblosan.
Edukasi dan sosialisasi itu bukan hanya dilakukan pasangan Ratu Angga pada saat safari politik di setiap desa, melainkan, hal yang sama juga dilakukan mereka ketika kampanye akbar di Lapangan Galatama baru-baru ini.
Dimomen kampanye akbar itu, sejumlah panitia terlihat memegang bahlio mirip kertas suara yang akan digunakan pada saat pencoblosan di TPS.
Sementara itu, Ratu Wulla menjelaskan cara mencoblos dihadapan lautan manusia yang memadati Lapangan Galatama.
“Bapak mama jangan ragu-ragu lagi. Tanggal 27 masuk TPS lihat yang sebelah kiri. Ada yang paling cantik dan ganteng. Yang paling menyalah sebelah kiri. Ambil paku langsung coblos nomor 1,” ungkap Ratu Wulla.
Setelah melakukan sosialisasi cara mencoblos, Ratu Wulla mengingatkan masyarakat Sumba Barat Daya supaya memilih calon pemimpin dengan mengikuti suara hati. Bukan karena diming-imingi oleh sejumlah uang atau barang.
“Sebesar apapun godaan dan rayuan yang datang, uang 100 ribu beras 2 kg, sepatu, pulsa listrik dan mejikom yang datang rayu tolak mentah-mentah bapak mama,” tuturnya dalam memberi edukasi terhadap masyarakat Sumba Barat Daya.
Ratu Wulla menerangkan, jika menerima uang atau barang yang diberikan, dampaknya akan merugikan masyarakat itu sendiri selama 5 tahun.
“Jangan karena tanah sirtu satu ret buang aspal berkilo-kilo meter. Jangan karena uang 100 ribu buang alat pertanian gratis yang ratusan juta bapak mama akan terimah. Jangan karena hanya beras 2 kg bapak mama rugi selama 5 tahun. Itu saja permintaan saya bapak mama,” imbau Ratu Wulla.***
Tinggalkan Balasan