Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Jadi Ibu Kota Kecamatan, Atap Kantor Desa Panenggo Ede Malah Lobang, Kades Punya Mobil Mewah; Tak ada bendera merah putih

Hal mengejutkan datang dari Pemerintah Desa Panenggo Ede, Kecamatan Kodi Balaghar, Sumba Barat Daya, NTT.

TIMEXNTT – Hal mengejutkan datang dari Pemerintah Desa Panenggo Ede, Kecamatan Kodi Balaghar, Sumba Barat Daya, NTT.

Bagaimana tidak, desa yang semestinya menjadi Ibu Kota Kecamatan Kodi Balaghar malah menunjukan pemandangan yang tak elok. Bagaimana dengan desa-desa lain yang jauh dari Ibu Kota Kecamatan?

Pantauan timexntt.id, Rabu(12/03/2025) kemarin, kantor Desa Panenggo Ede yang berada di pusat kota kecamatan memiliki gedung yang terkesan tak terurus.

Bukan hanya itu, tampak terlihat rumput yang sudah menjalar di tembok bagian belakang. Ruangan yang dijadikan sebagai tempat pemeriksaan ibu hamil seperti kandang ternak. Struktur organisasi juga tidak terpasang seperti di desa-desa lainnya.

Baca Juga  Sebelum Putuskan Kabel Listrik, Kepala Desa Weepangali Sempat Minta Uang Rp400 Ribu, Bupati dan Wabup SBD Turun Tangan

Mirisnya lagi, kantor Desa Panenggo Ede juga tidak memiliki kursi. Dampaknya, ketika ada kegiatan, masyarakat harus duduk dengan beralaskan lantai.

Kantor yang berada tidak jauh dari Kantor Kecamatan Kodi Balaghar ini tidak memiliki jendela. Seng yang digunakan sebagai atap tampak keropos alias berlobang. Sementara, pada tampak depan pun tak terpasang tiang Bendera Merah Putih.

Baca Juga  Dukung Potensi Difabel, YHS Apresiasi Pemerintah Desa Bondo Kodi SBD

Mobil mewah Kepala Desa Panenggo Ede berwarna merah menjadi pemandangan yang menghiasi halaman kantor yang tak terurus itu.

Dikabarkan, pemerintah desa mempunyai alokasi anggaran yang diperunutukan merehap kantor tersebut.

Sayangnya, alokasi anggaran yang belum diketahui nominalnya malah menjadi temuan ketika terjadi pemeriksaan pada tahun 2023 silam.

Sebagai informasi tambahan, Kepala Desa Panenggo Ede, Marten Mete menuai sorotan hingga memicu komisi I dan III, PMD dan Inspketorat turun gunung.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!