Kabid PSP Dinas Pertanian SBD Disebut Perintahkan Petani Bayar Rp15 Juta Meski Pekerjaan Tidak Beres: Ibu Elsi Terima Rp7,4 Juta
Setibanya di rumah Haris Matutina, ketua kelompok diminta oleh Haris Matutina untuk usahakan uang Rp15 juta yang diminta oleh pengebor supaya disetor.
Namun, ketua kelompok itu tetap pada komitmen dengan yang tertulis dalam Perjanjian Kerja, bahwasannya pembayaran baru bisa dilakukan jika air sudah naik.
Mendengar ketegasan dari ketua kelompok itu, Haris Matutina pun mencoba meyakinkannya, jika pengebor tidak bekerja tuntas, dirinya siap bertanggungjawab dalam mengejar pengebor tersebut.
“Sampai sana(rumah Haris Matutina), dia bilang, mama kamu usahakan sudah itu kamu kasih, biar mereka gali sampai dapat itu air. Saya bilang, begini bapak, perjanjiannya kan dapat air dulu baru bayar, kami juga takut resiko. Terus Pak Haris bilang, kamu kasih saja ini uang mama, nanti bukan mama dorang yang berurusan dengan ini uang dia bilang begitu, nanti kalau ada masalah saya yang kejar dia ini yang terima uang,” katanya dalam mengulangi percakapan mereka ketika berada di rumah Haris Matutina.
Dengan berbagai penjelasan Haris Matutina, ketua kelompok merasa yakin dan menuruti permintaannya. Bahkan, disebutnya, Haris Matutina yang membuat kuitansi pembayaran tersebut setelah mencairkan uang di Bank NTT.
Tinggalkan Balasan