Kabid PSP Dinas Pertanian SBD Disebut Perintahkan Petani Bayar Rp15 Juta Meski Pekerjaan Tidak Beres: Ibu Elsi Terima Rp7,4 Juta
“Jadi namanyakan perintah dari atasan, kami ikuti sudah. Jadi kami keesokan harinya kami lakukan pencairan lalu pergi ketemu Haris, sampai sana masih Pak Haris lagi tulis dia punya kuitansi. Saya bayar Rp15 juta,” katanya lagi.
Disisi lain, ketika ditanya soal uang Rp7,4 juta yang disetor ke dinas seperti yang dilakukan kelompok-kelompok lain, ia juga mengaku bahwa melakukan hal yang sama.
Menurutnya, ketika mendapat rekomendasi pencairan tahap I dari dinas, di hari yang sama langsung menuju Bank NTT. Seusai pencairan, dirinya bersama bendahara dan fasilitator kembali ke dinas.
Dia menyerahkan uang itu disalah satu pegawai tanpa diberikan kuitansi. Sesuai penjelasan pegawai itu, uang Rp2,5 juta digunakan untuk uang pajak tes air. Kemudian, sisanya sudah termasuk ATK dan lain-lain.
“Ibu Elsi bilang, setelah pencairan sebentar mama, kembali ke sini(dinas). Jadi, saya, bendahara dan fasilitator yang pergi Bank . Setelah pulang dari Bank, kami langsung kembali ke dinas, sampai di dinasi minta sudah yang Rp7,4. Ibu Elsi Keraf yang terima itu uang. Dia bilang, yang Rp2,5 mama, pajaknya yang tes air dia bilang begitu, terus yang sisanya untuk uang ATK dan lain-lain, pokoknya sudah termasuk semua dia bilang begitu. Ya, namanya mereka yang atur semua, kami ikuti saja,” ucapnya dalam menirukan penjelasan pegawai tersebut.
Tinggalkan Balasan