Kades Mengaku “Tersandera” Kepentingan Oknum Pegawai PMD Hingga Jadi Korban, Kadis PMD Bilang Begini
TIMEXNTT – Sejumlah Kepala Desa blak-blakan dalam memberi pengakuan soal ketimpangan penggunaan dana desa yang menyeret nama mereka hingga saat ini.
Bahkan, mereka bersedia membongkar seluruh bentuk intervensi yang diduga dilakukan oleh oknum pegawai Dinas PMD dalam meminta mengerjakan sejumlah kegiatan-kegiatan yang bersumber dari dana desa.
“Dan saya siap buka semua jika sewaktu-waktu dibutuhkan terkait beberapa kegiatan yang dikerjakan oleh oknum pegawai Dinas PMD,” kata seorang kepala desa yang enggan namanya diberitakan ketika bincang-bincang dengan wartawan timexntt.id beberapa hari lalu.
Menurutnya, beberapa kegiatan yang menggunakan dana desa juga mendapat intervensi dari oknum pegawai Dinas PMD dalam menunjuk pihak ketiga.
Sayangnya, sebagai kepala desa tidak bisa menolak permintaan itu lantaran oknum pegawai Dinas PMD itu memiliki peran yang cukup penting. Beberapa kegiatan tersebut tidak terealisasi alias nihil.
Dampaknya, kepala desa yang menuai sorotan dari masyarakat. Padahal, beberapa kegiatan tersebut yang dinilai nihil oleh masyarakat tidak terlepas dari tanggung jawab oknum pegawai Dinas PMD yang telah menunjuk pihak ketiga.
Mereka beranikan diri dalam mengungkap hal itu lantaran selalu disudutkan dalam menyalahgunakan dana desa hingga menjadi korban.
“Ya, sepertinya kami “tersandera” oleh kepentingan oknum-oknum itu, tapi kami tidak bisa mengelak ataupun menolak,” ngaku kades tersebut.
Namun demikian, Kepala Dinas PMD Sumba Barat Daya, Semon Lende mengaku kaget atas informasi tersebut.
Menurutnya, sejak ia dilantik sebagai Kepala Dinas PMD rutin mengingatkan pegawainya supaya tidak terlibat dalam penggunaan dana desa. Sebab, penggunaan dana desa, kata dia, merupakan kewenangan penuh kepala desa.
“Tidak benar, setahu saya tidak ada karena saya selalu ingatkan staf saya supaya tidak ikut campur dalam penggunaan dana desa karena itu kewenangan kepala desa,” bantah Semon Lende ketika ditemui di ruang kerjanya, Senin(14/04/2025) siang tadi.
Semon Lende menegaskan, jika benar ditemukan ada pegawai Dinas PMD yang melakukan hal itu, ia tak segan-segan akan memberi sanksi serta meminta supaya pekerjaan yang diintervensi dibereskan.
Namun, ia kembali memastikan bahwa tidak ada pegawai Dinas PMD yang melakukan tindakan-tindakan yang bukan merupakan tugas mereka.
“Terimakasih atas informasinya, nanti saya selidiki, saya pastikan jika ada, maka pasti sanksi. Dan jika pekerjaan itu tidak tuntas, yang bersangkutan wajib bereskan,” tegasnya.***
Tinggalkan Balasan