Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Kades Walla Ndimu Diduga Tilap Dana Desa, Sarinah; Berhentikan saja, semua fiktif

Selain itu, ia menantang Inspektorat untuk mendesak Kepala Desa Walla Ndimu untuk membuka dokumen-dokumen keuangan desa untuk memastikan seluruh program kerjanya.(Dokpri Rian Marviriks)

TIMEXNTT – Kepala Desa Walla Ndimu, Kecamatan Kodi Bangedo, Yakobus Dendo Ngara disorot lantaran diduga menilap dana desa selama 3 tahun terakhir di masa kepemimpinanya.

Atas perbuatannya itu, masyarakat telah melayangkan pengaduan hingga memantik komisi I dan III DPRD Sumba Barat Daya untuk mendatangi desa tersebut, Selasa(25/03/2025).

Dikesempatan itu, sejumlah masyarakat turut hadir dalam mendengarkan penjelasan Kepala Desa Walla Ndimu dalam menanggapi berbagai aduan masyarakat.

Seorang tokoh perempuan Desa Walla Ndimu, Sarinah menyoroti sejumlah program kepala desa sejak 3 tahun terakhir yang dinilainya nihil. Padahal, dana desa yang dialokasikan terhadap program itu nilainya tidak sedikit.

Dengan berbagai temuan itu, Sarinah tak segan-segan meminta supaya Kepala Desa Walla Ndimi diberhentikan lantaran tidak memanfaatkan dana desa untuk kepentingan masyarakat.

Ia menegaskan, tidak ada masyarakat yang membenci pemerintah jika menjalankan tugas sebagaimana mestinya. Sayangnya, Kepala Desa Walla Ndimu tidak menjalankan tugas yang di amanahkan oleh masyarakat.

Baca Juga  40 Lebih Penyandang Disabilitas di Sumba Barat Daya Sudah Mengurus Dokumen Kependudukan

“Sejak masa kepemimpinan kepala desa ini tidak ada program yang jalan. Selama ini masyarakat mendengar tapi pura-pura tuli, melihat tapi pura-pura buta. Sehingga hari ini ketika bapak Inpektorat dan DPRD datang kami suarakan,” kata Sarinah dihadapan DPRD, Inspektorat, PMD dan Camat Kodi Bangedo ketika melakukan kunjungan kerja.

Disisi lain, sebelum komisi I dan III bersama mitra mendatangi Desa Walla Ndimu, Sarinah menyebut bahwa sebenarnya kantor desa tak terurus.

Ia menyebut Desa Walla Ndimu sebagai Ibu Kota Kecamatan Kodi Bangedoa malah terlihat sepertin kandang babi.

“Dilihat dari tampak luar saja, binatang tidak duduk di sini. Dari tampak gedung ini juga sudah menunjukan bahwa kepala desa tidak menjalankan tugas,” sebut Sarinah.

Sementara itu, dikesempatan yang sama, seorang tokoh muda, Melkianus wora kaka juga menyebut kantor Desa Walla Ndimu baru dibersihkan ketika pemerintah desa mengetahui ada kunjungan kerja.

Baca Juga  Jawaban KPU SBD dan Bawaslu SBD Tentang Dugaan Kampanye di Lingkungan Pendidikan

“Bapak mama ketika datang mungkin kantor desa seperti surga, tapi sebelumnya ini kambing dan babi. Kalau mau melihat telur itu busuk, jangan dilihat dari luarnya, pecahkan baru kita lihat busuknya seperti apa,” kata Melkianus.

Selain itu, ia menantang Inspektorat untuk mendesak Kepala Desa Walla Ndimu untuk membuka dokumen-dokumen keuangan desa untuk memastikan seluruh program kerjanya.

Menurut Melkianus, semua dokumen keungan desa yang dipertanggungjawabkan oleh Kepala Desa Walla Ndimu adalah fiktif.

“Dari laporan kami mungkin ada yang benar dan salah untuk itu mari kita bongkar-bangkir supaya kita tahu isinya apa dan apa yang terjadi di lapangan,” tantangnya.

Melkianus meminta, jika nanti ada pemeriksaan pasca waktu yang diberikan dalam menyelesaikan temuan supaya dilakukan secara terbuka dan melibatkan seluruh masyarakat.

Ia meminta itu supaya membuktikan seluruh program Kepala Desa Walla Ndimu dalam menggunakan dana desa apakah benar-benar sesuai dengan keadaan lapangan.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!