Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Kadis Pertanian SBD Tipu Petani Soal Anggaran Sumur Bor Hingga ‘Bongkar’ Lari Naik Mobil

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumba Barat Daya, Yohanis Frin Tuka menipu 5 kelompok tani dari 33 kelompok yang mendapat bantuan sumur bor dari Dana Alokasi Khusus(DAK) anggaran tahun 2024.(Dokpri Rian Marviriks)

TIMEXNTT – Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumba Barat Daya, Yohanis Frin Tuka menipu 5 kelompok tani dari 33 kelompok yang mendapat bantuan sumur bor dari Dana Alokasi Khusus(DAK) anggaran tahun 2024.

Yohanis berdalil bahwa uang dikembalikan di khas daerah karena kelompok tidak melakukan proses pencairan.

Padahal, 5 kelompok ini sudah berulang-ulang meminta rekomendasi pencairan tahap II seusai pekerjaan tahap I, namun pihak dinas dinilai mempersulit.

Anehnya lagi, Yohanis mengatakan, jika anggaran pekerjaan tahap II dan III telah dikembalikan di khas daerah kurang lebih Rp225 juta. Yohanis menerangkan itu tanpa menunjukan bukti pengembalian.

Sayangnya, Yohanis malah kena semprot dari petani ketika anggaran tersebut masih ada direkening kelompok yanh dibuktikan dengan hasil prin rekening koran.

Mendengar penjelasan itu, Ketua Kelompok Ngindi Ate, Theodorus Bilhelus Reda Lete mengecam keras pernyataan Yohanis tersebut. Ia meminta supaya Yohanis sebagai pimpinan pertanggungjawabkan persoal yang dialami 5 kelompok.

Baca Juga  Kelompok Pemuda Terobos Desa Lua Koba Mendapat Bantuan Ayam Petelur Dari Pemda SBD

“Bapak bilang uang ini sudah dikembalikan ke Negara, berarti bapak tahu?” tanya Theodorus dan tidak bisa dijawab oleh Kepala Dinas Pertanian, Selasa(29/07/2025).

Theodorus pun menanyakan bukti pengembalian anggaran tersebut. Ia mendesak supaya kadis menunjukan bukti-bukti yang bisa meyakinkan mereka.

Karena tidak menunjukan bukti, Theodorus dengan tegas menyampaikan bahwa kadis telah menipu petani karena anggaran tersebut masih ada direkening kelompok.

“Mana bukti yang bisa meyakinkan kami? Karena kami ada bukti bahwa uang itu masih ada direkening kelompok kami bapak per hari ini,” tegasnya.

Menjawab itu, Yohanis menyentil PPK, Kabid PSP, Dinas Keuangan dan Inspektorat. Menurutnya, semua penyampaiannya itu hasil koordinasi dengan mereka.

Baca Juga  Plin Plan! Pernyataan Berbeda Ketua Bendahara dan PPK Atas Proyek Rp300 Juta di SBD Hingga Fakta-Fakta Lainnya

Jawaban Yohanis itu pun membuat amarah kelompok semakin memuncak. Mereka menyebut sikap kadis terkesan mau cuci tangan. Sebab, mereka selalu saja dipersulit ketika mau mengajukan pencairan tahap II.

“Begini bapak, kalau ikut ini pekerjaan, kami berurusan dengan dinas dan PPK. kalau omong lagi Inspektorat, keuangan, kami ini sama seperti bola yang digiring sana-sini. Ini bukti rekening koran,” ucap Theodorus sambil menyerahkan rekening koran.

Yohanis yang juga orang nomor satu pada Dinas Pertanian itu malah memilih meninggalkan petani seusai mereka menunjukan rekening koran. Sikapnya itu pun membuat petani kecewa.

Bahkan, sejumlah staf yang hadir saat itu tidak ada satu pun yang mencoba menghampiri para petani. Mereka hanya duduk terdiam di dalam ruangan kerja.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!