Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Kadis PU SBD Diduga Mengikuti Pertemuan Untuk Mendukung Salah Satu Paslon

Wajah Kadis PU SBD, Wilhelmus Woda Lado(Kiri) saat hadir dalam pertemuan. (Dok.tangkapan layar video beredar)

TIMEXNTT – Beredar video yang memperlihatkan sejumlah orang yang menggelar pertemuan.

Pertemuan tersebut diduga proses menyatakan dukungan terhadap salah satu paslon Bupati dan Wakil Bupati SBD yang melibatkan Kadis PU SBD, Wilhelmus Woda Lado.

Video berdurasi 3.49 detik itu diunggah oleh salah satu pengguna akun facebook, @No Wodalado disalah satu group facebook.

“Ini Weli Kaka saya punya perbuatan. maaf pak dr Nelis. saya TDK ikut jejak dia ini Kaka Yang sudah di besarkan oleh BP skrg dia jadi penghianat Bp,” tulis akun facebook @No Woda Lado dalam keterangan video tersebut.

Namun demikian, setelah timexntt.id melakukan penelusuran lebih mendalam terhadap pemosting video tersebut, akun facebook @No Wodalado itu diduga akun anonim yang menyamarkan nama asli orang lain.

Berdasarkan isi video tersebut, salah satu orang mengenakan kemeija mirip kemeija batik berlengan pendek sedang berbicara dengan menggunakan bahasa daerah mirip bahasa Wewewa.

Dalam pembicaraannya, terdengar penyebutan nama salah satu paslon yang diduga akan menjadi paslon yang didukung.

Sementara itu, Kadis PU SBD tampak terlihat sedang mengotak-ngatik hanphone sebagaimana yang terpantau dalam isi video tersebut.

Pembicara yang menggunakan kemeija mirip kemeija batik dan juga mengenakan pakaian adat itu terdengar mengulangi penyebutan nama paslon tertentu beberapa kali.

Pada menit 02.16, pembicara tersebut kembali menyentil nama dari salah satu pasangan calon Bupati dan calon Wakil Bupati Kabupaten Sumba Barat Daya(SBD), NTT.

Baca Juga  Seorang Karyawan di SBD Ditemukan Tak Bernyawa di Gudang, Ada Hal Mencurigakan Bekas Benda Tumpul

Selanjutnya, pada menit ke 02.26, Kadis PU SBD tampak bangun dari tempat duduknya lalu menyelempangi kain adat kepada salah satu orang yang diduga sebagai anggota DPRD SBD Dapil III.

Dia merupakan anggota DPRD SBD yang partai politik ditugangginya juga sebagai partai pengusung salah satu paslon.

Kemudian, pada menit 2.30 mereka saling cium hidung dan berpelukan sembari tangan kanan Kadis PU SBD terlihat memukul pundak dari salah satu orang yang diduga anggota DPRD SBD Dapil III dengan daerah pemilihan Wewewa Barat dan Wewewa Selatan.

Sontak, pembicara tersebut terdengar menyebut salah satu kepala desa ketika Kadis PU sedang berpelukan dengan seseorang yang diduga anggota DPRD SBD dapil III itu.

Respon Kadis PU Sumba Barat Daya, NTT.

Terkonfirmasi, Kadis PU SBD, Wilhelmus Woda Lado membenarkan bahwa dirinya mengikuti pertemuan sebagaimana yang terdapat dalam isi video tersebut.

Bahkan, diakuinya bahwa pertemuan itu dilakukan di kediamannya. Sedangkan pertemuan itu merupakan prosesi adat yang dilakukan untuk mengangkat jiwa salah satu anggota DPRD SBD dapil III, Dappa Bulu.

Wilhelmus mengklaim bahwa proses pengangkatan jiwa itu dilakukan karena anggota DPRD SBD Dapil III, Dappa Bulu ditimpah oleh persoalan yang terjadi di Desa Webaghe, Kecamatan Wewewa Selatan ketika salah paslon melakukan kampanye beberapa minggu lalu.

“Itukan budaya. Mengangkat jiwa itu,” kata Kadis Pu SBD, Wilhelmus Woda Lado ketika dikonfirmasi timexntt.id, Kamis(07/11/2024) via telefon whatshap.

Baca Juga  Kadis PUPR SBD Tidak Hafal Anggaran Tugu Alun-Alun Tambolaka

Lebih lanjut, Wilhelmus menuturkan, proses pengangkatan jiwa dilakukan disebutnya karena Dappa Bulu hampir dipotong kala itu.

Sehingga sejumlah orang yang terlihat dalam video menginisiasi melakukan pengangkatan jiwa. Termasuk Kadis PU SBD, Wilhelmus Woda Lado. Hadir juga dalam pertemuan itu, Kepala Desa Wekombak, Kecamatan Wewewa Barat.

“Semua yang ada di dalam video itu. Saya hanya mendukung bahwa sebagai orang Sumba tidak mungkin kita biarkan begitu. Kecuali saya datang berkampanye,” ngaku Wilhelmus.

“Begini to, bukan perdamaian itu, tidak ada perdamaian. Sebagai orang Sumba yang istilah mau di-teba-kan yang walaupun tidak terjadi. Betul-betul ritual tidak ada bicara hal-hal lain,” tambahnya.

Ditanya soal penyebutan nama salah satu paslon, Wilhelmu mengatakan, dalam proses ritual adat tentunya akan menyebut peristiwa yang sedang di alami. Ia juga mengaku tidak berbicara apapun dalam pertemua itu.

“Bahwa dalam ritual itu peristiwa itu diungkap, itukan orang adat sudah tahu prosesinya. Itu yang terjadi di Wewewa Selatan. Hanya karena dia(Dappa Bulu) mau dipotong. Itu saja yang dibuat ritual,” ucapnya.

Dikesempatan itu juga, Wilhelmus kembali menyentil peristiwa Pilkada SBD tahun 2013 silam. Dirinya tindak mau peristiwa itu kembali pada Pilkada SBD tahun 2024.

“Saya pikir, kalau saya si kita tidak mau terulang lagi dengan hal-hal tahun 2013 la, kita semua jadi abu. Masalahnya begini politik inikan yang menikmati mereka yang hancur orang kecil,” tutupnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!