Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Kadis PUPR SBD Tidak Hafal Anggaran Tugu Alun-Alun Tambolaka

Disisi lain, pembangunan tugu Alun-Alun Tambolaka ini juga menuai sorotan. Selain soal filosofi dari dua periuk yang pasang, anggarannya pun menuai banyak tanya.(Dokpri Rian Marviriks)

“Harganya saya tidak hafal, memang dominannya di situ(tugu-red),” kata Wilhelmus ketika ditemui di ruang kerjanya beberapa hari lalu.

Kedua periuk tersebut terbuat dari plat yang dipesan langsung dari Jogja.

Sedangkan, plat yang digunakan mempunyai harga jual yang mahal dan ia memastikan dapat bertahan lama walau terkena sinar matahari dan hujan.

Baca Juga  Penyuluh Pertanian Wewewa Barat Sosialisasi Kegiatan Demplot Hortikultura di Desa Wali Ate

“Itu kita pakai plat mahal. Kalau priuk itu kalau saya tidak salah pesannya di Jogja. Kalau kita pakai beton, saya tidak jamin karena Sumber Daya Manusia(SDM) kita ini, sekali pun kita sudah bikin bagus, pasti ada saja yang gatal tangan, pakai viber pun tidak bisa, karena kuda itu ada ekor, kaki, dan lain-lain. Kalau pakai beton dan viber bisa saja lepas,” katanya lagi.***

Baca Juga  Arya Sumba Kodi Resort Tegaskan Taat Terhadap Aturan yang Berlaku di Sumba Barat Daya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!