Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Kadis PUPR SBD Tidak Hafal Anggaran Tugu Alun-Alun Tambolaka

Disisi lain, pembangunan tugu Alun-Alun Tambolaka ini juga menuai sorotan. Selain soal filosofi dari dua periuk yang pasang, anggarannya pun menuai banyak tanya.(Dokpri Rian Marviriks)

TIMEXNTT – Pembangunan di Alun-Alun Tambolaka, Sumba Barat Daya(SBD) untuk tahap 2 ini masih dalam proses pemeliharaan.

Sejumlah bangunan yang mengalami keretakan dan cet terkelupas pada bagian permukaan sudah diperbaiki.

Meski begitu, malah ditemukan kembali hasil perbaikan yang retak dan cet kembali terkelupas.

Dengan kondisi ini, Alun-Alun Tambolaka yang kini menjadi pilihan utama masyarakat untuk berswafoto ketika mendatangi pusat kota justru memberi pengalaman buruk.

Disisi lain, pembangunan tugu Alun-Alun Tambolaka ini juga menuai sorotan. Selain soal filosofi dari dua periuk yang pasang, anggarannya pun menuai banyak tanya.

Baca Juga  Detik-Detik Pawai Karnaval di Sumba Barat Daya, Sedikit Lagi Akan Macet

Untuk diketahui, pada tahap 2 ini, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) telah menghabiskan anggaran kurang lebih Rp4 miliar.

Ditemui, Kepala Dinas PUPR SBD, Wilhelmus Woda Lado mengaku tidak hafal jumlah anggaran yang digunakan khusus pada pembangunan tugu Alun-Alun Tambolaka.

Meski tidak hafal jumlah anggarannya, Wilhelmus menyebut bahwa penggunaan anggaran pada tahap 2 ini dominan pada pembangunan tugu tersebut.

“Harganya saya tidak hafal, memang dominannya di situ(tugu-red),” kata Wilhelmus ketika ditemui di ruang kerjanya beberapa hari lalu.

Kedua periuk tersebut terbuat dari plat yang dipesan langsung dari Jogja.

Baca Juga  Usman Husin Bantu Alsintan di SBD, Lukas Cama; bentuk dukungan terhadap program daerah

Sedangkan, plat yang digunakan mempunyai harga jual yang mahal dan ia memastikan dapat bertahan lama walau terkena sinar matahari dan hujan.

“Itu kita pakai plat mahal. Kalau priuk itu kalau saya tidak salah pesannya di Jogja. Kalau kita pakai beton, saya tidak jamin karena Sumber Daya Manusia(SDM) kita ini, sekali pun kita sudah bikin bagus, pasti ada saja yang gatal tangan, pakai viber pun tidak bisa, karena kuda itu ada ekor, kaki, dan lain-lain. Kalau pakai beton dan viber bisa saja lepas,” katanya lagi.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!