Kapasitas Produksi Tak Seimbang, PDAM Tirta Ende Hadapi Tantangan Pelayanan Air Bersih
Saat ini, kapasitas produksi dari tiga WTP yang bersumber dari Kali Wolowona hanya mampu memproduksi sekitar 110 liter per detik dalam kondisi normal.
Sementara kebutuhan distribusi air mencapai sekitar 150 liter per detik, sehingga terjadi defisit produksi.
Akibatnya, pelayanan air tidak dapat dilakukan secara kontinu dan harus menggunakan sistem jeda untuk mengisi bak penampungan sebelum kembali dialirkan, terutama pada malam hari.
Kondisi ini semakin menyulitkan pelanggan yang berada di wilayah ketinggian seperti Jalan Garuda, Boanawa, dan Pui-pui.
Air baru dapat mencapai daerah tersebut pada satu hingga dua jam terakhir waktu pelayanan. Jika terjadi pemadaman listrik di tengah proses distribusi, pelanggan di wilayah ketinggian hampir dipastikan tidak mendapatkan air.
“Ini tantangan yang sedang kami hadapi hari ini,” tambah Heribertus.
Meski demikian, PDAM Tirta Ende tetap optimistis dan terus berikhtiar mencari solusi, termasuk mengajak Pemerintah Daerah untuk mendukung pembangunan sumber-sumber produksi air baru.
Ia mengapresiasi respons positif dari Wakil Bupati Ende, yang menyatakan bahwa pada tahun 2026 akan dilakukan perbaikan atau rehabilitasi jaringan perpipaan dari sumber IKK Nangaba menuju Ende, khususnya wilayah yang selama ini belum terlayani.
Tinggalkan Balasan