Kapasitas Produksi Tak Seimbang, PDAM Tirta Ende Hadapi Tantangan Pelayanan Air Bersih
Ia menjelaskan, sistem distribusi air PDAM tidak langsung mengalirkan air ke pelanggan, melainkan harus melalui proses pengolahan di Water Treatment Plant (WTP) yang sangat bergantung pada ketersediaan listrik dan bahan kimia.
“Gangguan listrik, yang dalam beberapa hari terakhir sering terjadi, sangat berdampak pada pelayanan. Kalau listrik mati, seluruh aktivitas pelayanan bisa lumpuh,” jelasnya.
Saat ini, kapasitas produksi dari tiga WTP yang bersumber dari Kali Wolowona hanya mampu memproduksi sekitar 110 liter per detik dalam kondisi normal.
Sementara kebutuhan distribusi air mencapai sekitar 150 liter per detik, sehingga terjadi defisit produksi.
Akibatnya, pelayanan air tidak dapat dilakukan secara kontinu dan harus menggunakan sistem jeda untuk mengisi bak penampungan sebelum kembali dialirkan, terutama pada malam hari.
Kondisi ini semakin menyulitkan pelanggan yang berada di wilayah ketinggian seperti Jalan Garuda, Boanawa, dan Pui-pui.
Air baru dapat mencapai daerah tersebut pada satu hingga dua jam terakhir waktu pelayanan. Jika terjadi pemadaman listrik di tengah proses distribusi, pelanggan di wilayah ketinggian hampir dipastikan tidak mendapatkan air.
Tinggalkan Balasan