Kasie Kurikulum Ditikam, Keluarga Desak Dinas Pendidikan SBD Gelar Konferensi Pers: Ini Pembunuhan Karakter Korban
TIMEXNTT – Masyarakat Sumba Barat Daya dikejutkan oleh aksi penikaman yang dilakukan oleh operator Dapodik SDK Ilhaloko terhadap Kasie Kurikulum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Aloysius Lede Bora.
Tak butuh waktu lama, aksi penganiayaan dengan senjata tajam ini langsung mendapat perhatian publik.
Sayangnya, ketika video singkat pengakuan pelaku beredar luas, pihak korban malah disudutkan dan dinilai telah melakukan pelayanan yang tidak baik.
Korban yang mendapat tusukan sebilah pisau di bahu kanan dan perut bagian kanan justru mendapat sorotan buruk.
Dalam kasus ini, sejumlah pengguna media sosial malah membenarkan tindakan kriminal pelaku pasca mendengar pengakuanya melalui video singkat.
Menyikapi berbagai narasi miring, keluarga korban tetap tenang dan berupaya mengumpulkan data-data dari berbagai pihak untuk disampaikan kepada publik.
Tindakan keluarga korban itu sebagai bentuk kekecewaan mereka karena pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayan dinilai lamban dalam memberi kebenaran informasi yang terjadi di dalam kantor tersebut.
Dampaknya, korban yang harus berbaring di rumah sakit harus mendapat sorotan dan kecaman dari pihak-pihak yang membenarkan tindakan kriminal pelaku.
“Atas dasar itu, kami sebagai pihak keluarga sungguh menyayangkan berita sepihak, framing sepihak yang menyatakan bahwa korban menghambat dan mempersulit pencairan Dana BOS,” kesal Benediktus, Selasa(17/06/2025).
Meski sudah berbicara di depan publik dalam menyampaikan hasil penelusuran, keluarga korban merindukan supaya pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan juga menggelar konferensi pers untuk meluruskan berbagai framing di media sosial yang membenarkan tindakan kriminal tersebut.
Pihak keluarga korban pun meminta supaya publik juga bijak dalam menyikapi berbagai informasi yang beredar sebelum ada pernyataan resmi dari lembaga terkait.
Atas pembenaran tindakan kriminal ini, Benediktus pun dengan tegas mengatakan bahwa korban bukan koruptor atau penjahat sehingga harus mendapat sorotan.
“Karena itu kami sangat menantikan pihak lembaga, dengan kewenangannya untuk menjelaskan secara resmi kronologis ini,” pintah Benediktus.
“Standar moral kita di mana, membenarkan pelaku, Anda tidak lacak, kenapa dia(pelaku) melakukan seperti itu? Saya mewakili keluarga, sangat terdakiti dengan framing dan pemberitaan yang menyudutkan pihak korban. Kami sudah menyaksikan sejumlah komentar yang menyebar dalam menyudutkan korban,” katanya lagi penuh kesal.***
Tinggalkan Balasan