Kelompok Tani Persada Kabali Dana Pindah Tanam Bibit Cabai, Koordinator: Bukti Pendampingan Penyuluh Pertanian
TIMEXNTT – Kelompok Tani Persada di Desa Kabali Dana, Kecamatan Wewewa Barat, Kabupaten Sumba Barat Daya(SBD) melakukan pindah tanam bibit cabai sebanyak 2 ribu pohon, Jumat(03/10/2025).
Untuk diketahui, khusus di Kecamatan Wewewa Barat, ada 435 kelompok tani yang tersebar di 20 desa. Angka itu pun paling terbesar di Kabupaten Sumba Barar Daya, NTT.
Dengan jumlah kelompok tani tersebut, penyuluh pertanian mengalami kesulitan karena jumlah tenaga penyuluh hanya 16 orang, 8 diantaranya merupakan penyuluh yang diperbantukan.
Kendati mempunyai keterbatasan tenaga, penyuluh pertanian di Wewewa Barat tetap berupaya melakukan pendampingan secara maksimal, serta memberikan yang terbaik terhadap kelompok-kelompok tani tersebut.
Hal itu pun membuktikan bahwa penyuluh selalu hadir di kelompok tani dalam memberikan pendampingan. Dengan demikian, stigma buruk terhadap penyuluh pun terbantahkan.
Koordinator Balai Penyuluh Pertanian(BPP) Kecamatan Wewewa Barat, Daniel Malo Umbu Pati mengatakan, pemindahan tanaman cabai yang baru dilakukan ini sebagai wujud keseriusan penyuluh yang telah bekerja dalam memberi motivasi serta dorongan terhadap kelompok-kelompok tani di kecamatan itu untuk tetap berbudidaya tanaman hortikultura.
Menurutnya, khusus kelompok tani Persada, pendampingan yang dilakukan oleh penyuluh pertanian bukan hal yang baru. Sebab, pendampingan ini rutin dilakukan oleh penyuluh sejak kelompok ini didirikan.
Selain pendampingan dari penyuluh pertanian, disebutnya lagi bahwa, kelompok tani Persada juga pernah mendapat dampingan dari Yayasan Bina Tani Sejathera(YBTS).
“Pendampingan ini bukan hal baru bagi Kelompok Persada, karena intervensi pendampingan awalnya dari penyuluh, terus ada masuk lagi yayasan pada tahun 2021, sehingga pendampingan itu selalu ada buat Persada. Dan Persada ini merupakan kelompok yang pernah berhasil melakukan panen cabai. Pendampingan selama ini ada kunjungan rutin yang dilakukan oleh penyuluh dan komunikasi berjalan dengan baik. Dan juga selalu memberi motivasi,” kata Daniel.
Lebih lanjut, Daniel menitip pesan supaya kelompok tani Persada dapat menjaga kualitas tanaman cabai. Dengan demikian, diyakininya bahwa pembeli akan turun langsung di lahan untuk membeli cabai tersebut.
Ia juga meminta supaya kelompok tani Persada menjadikan keberhasilan yang pernah dicapai sebagai motivasi dalam merawat tanaman cabai yang akan dipindah tanamkan.
“Khusus terhadap Persada, harapan kami ke depan itu menjadi kelompok tani contoh untuk penanaman tanaman hortikultura. Dan secara kebutulan Ketua Kelompok Tani Persada menjadi penyuluh swadaya, harapan kami ke depan, setelah tanam di lahan sendiri, ada dampak terhadap teman-teman petani disekitar atau pun di luar kelompok tani,” katanya lagi.
Dengan keberhasilan yang pernah dicapai oleh beberapa kelompok, Daniel menyebut itu tidak terlepas dari pendampingan penyuluh pertanian.
“Dan ini membuktikan bahwa di Wewewa Barat ada isu-isu kami penyuluh tidak hadir,saya pikir itu pernyataan yang keliru.
Sebagai salah bukti kehadiran kami adalah di Lua Koba. Begitu jauhnya, Kaneka Tanah, begitu jauhnya dari akses jalan, infrastruktur kurang bagus, tapi penyuluh hadi di sana, di Doka Billa. Dan ada perubahan di sana ketika melakukan pendampingan di sana. Atau pun di Kalimbu Tillu, Raba Ege,” tambahnya.***
1 Komentar
Maju terus Petanikuu.
Jayalah Penyuluh Pertanian.
Makmurlah SBD tercinta