Keluhkan Ketebalan Sirtu dan Deker Terbuat Dari Pipa di JUT Kabali Dana, Dinas Pertanian dan Inspektorat Akan Turun
Kemungkinan, kata Haris, monitoring akan dilakukan bersama dengan Inspektorat Sumba Barat Daya untuk memastikan kelayakan jalan usaha tani tersebut.
“Karena Senin sampai Rabu libur, paling hari Kamis atau Jumat baru kami bisa turun mungkin sama-sama dengan Inspektorat,” kata Haris, Minggu(26/01/2024) via telefon.
Menanggapi keluhan masyarakat atas janji pembuatan deker dan tembok penahan, Haris menjelaskan bahwa dalam Rencana Anggaran Pelaksanaan(RAP) benar tidak terdapat deker dan tembok penahan.
Namun demikian, pembuatan deker dan tembok penahan itu dapat disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.
Hal itu perlu dilakukan, supaya masyarakat dapat merasakan kenyamanan dalam mengakses jalan tersebut.
“Kalau di RAP itu, ada RAPnya di kantor. Memang dalam RAP itu tidak ada deker awalnya tapi ketika di lapangan disesuaikan, kalau dibutuhkan deker ya buat deker, kalau butuhkan tembok penahan ya dibuatkan,” tandasnya.
“Macam kemarinkan deker ada dua kalau memang dibutuhkan disesuaikan dengan keadaan, makanya kita di dinas diperbolehkan ubah RAP satu kali dengan sesuaikan pekerjaan di lapangan,” tandasnya lagi.

Tinggalkan Balasan