Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Keluhkan Ketebalan Sirtu dan Deker Terbuat Dari Pipa di JUT Kabali Dana, Dinas Pertanian dan Inspektorat Akan Turun

Kondisi deker yang dibuat menggunakan pipa plastik dan dilapis sirtu.(Dokpri Rian Marviriks)

Kemungkinan, kata Haris, monitoring akan dilakukan bersama dengan Inspektorat Sumba Barat Daya untuk memastikan kelayakan jalan usaha tani tersebut.

“Karena Senin sampai Rabu libur, paling hari Kamis atau Jumat baru kami bisa turun mungkin sama-sama dengan Inspektorat,” kata Haris, Minggu(26/01/2024) via telefon.

Menanggapi keluhan masyarakat atas janji pembuatan deker dan tembok penahan, Haris menjelaskan bahwa dalam Rencana Anggaran Pelaksanaan(RAP) benar tidak terdapat deker dan tembok penahan.

Baca Juga  Penyuluh Pertanian Wewewa Barat Sosialisasi Kegiatan Demplot Hortikultura di Desa Wali Ate

Namun demikian, pembuatan deker dan tembok penahan itu dapat disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.

Hal itu perlu dilakukan, supaya masyarakat dapat merasakan kenyamanan dalam mengakses jalan tersebut.

“Kalau di RAP itu, ada RAPnya di kantor. Memang dalam RAP itu tidak ada deker awalnya tapi ketika di lapangan disesuaikan, kalau dibutuhkan deker ya buat deker, kalau butuhkan tembok penahan ya dibuatkan,” tandasnya.

Baca Juga  Dandim 1629 SBD, Letkol Czi Novi Kurniawan Pamit; Terimakasih masyarakat SBD

“Macam kemarinkan deker ada dua kalau memang dibutuhkan disesuaikan dengan keadaan, makanya kita di dinas diperbolehkan ubah RAP satu kali dengan sesuaikan pekerjaan di lapangan,” tandasnya lagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!