Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Keluhkan Ketebalan Sirtu dan Deker Terbuat Dari Pipa di JUT Kabali Dana, Dinas Pertanian dan Inspektorat Akan Turun

Kondisi deker yang dibuat menggunakan pipa plastik dan dilapis sirtu.(Dokpri Rian Marviriks)

20250126 1751220 scaled

Lebih lanjut, Haris menuturkan, jika pada saat melakukan monitoring ada temuan, maka pihaknya akan memanggil ketua kelompok tani dan pengerja jalan itu untuk pertanggungjawabkan.

Pasalnya, masih tutur Haris, berbagai bentuk temuan di lapangan adalah tanggung jawab dari kelompok tani dan pengerja.

Mereka akan dihadapkan dengan Perjanjian Kerja(PK) sebagaimana yang sudah ditandatangani.

Baca Juga  Soleman Natara: Saya Batal Kerja Sumur Bor di Kelompok itu

Bahkan, sebelum jalan itu dikerjakan, Haris menegaskan, pihaknya sudah meminta pemilik alat berat dalam hal ini pengerja jalan itu untuk membaca poin-poin yang tertulis.

“Jika ada perlu diselesaikan, maka kelompok tani akan berurusan dengan yang kerja seusai dengan perjanjian kerja. Jadi apapun itu, kita akan kembali kepada perjanjian kerja antara kelompok tani dan yang kerja. Dan juga diawalnya itu kami juga sudah tegaskan untuk baca baik-baik poin-poin yang ada dalam perjanjian kerja,” tegas Haris.

Baca Juga  Survei Losta Institute; Simulasi Lima Paslon, Ada Nama Alex Rangga Pija Posisi Kedua

“Kalau memang ada yang belum beres, jadi kita tinggal panggil yang kerja supaya selesaikan pekerjaan yang belum beres,” tegasnya lagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!