Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Kepala Desa di SBD Masih Bandel dan Merasa Sebagai Raja Kecil

Masyarakat Sumba Barat Daya(SBD), Nusa Tenggara Timur mulai beranikan diri dalam melaporkan perbuatan Kepala Desa yang diduga menyalahgunakan dana desa.

TIMEXNTT – Masyarakat Sumba Barat Daya(SBD), Nusa Tenggara Timur mulai beranikan diri dalam melaporkan perbuatan Kepala Desa yang diduga menyalahgunakan dana desa.

Keberanian masyarakat ini tidak terlepas dari keseriusan Pemerintah Kabupaten yang digawangi oleh Bupati, Ratu Ngadu Bonu Wulla dan Wakil Bupati, Dominikus Alphawan Rangga Kaka yang berkomitmen membangun desa menata kota.

Tagline program ini menegaskan bahwa pembangunan daerah perlu dimulai dari desa. Sebab, dana desa yang mengalir setiap tahun jumlahhnya tak sedikit. Bahkan, ada beberapa desa yang menerima penyaluran anggaran kurang lebih Rp1 miliar.

Penggunaan dana desa yang memiliki nilai bombastis ini disebut-sebut tidak terjadi perubahan signifikan yang berdampak pada kesejatheraan masyarakat.

Selain itu penggunaan dana desa inipun memicu perhatian publik. Bahkan, sejak Bupati dan Wakil Bupati SBD periode 2025-2030 dilantik, terdapat sejumlah desa yang sudah dilaporkan oleh masyarakat.

Baca Juga  Cerita Transalti Anak Yatim Pembawa Baki Upacara HUT RI ke-79 di SBD NTT; Saya mau jadi Polwan

Mendapat laporan itu, Bupati SBD, Ratu Ngadu Bonu Wulla langsung perintahkan tim audit internal dalam hal ini Inspektorat untuk melakukan audit dana desa.

Komisi I dan III DPRD Sumba Barat Daya pun turun gunung dengan menggandeng mitra kerja mereka dalam melakukan Kunjungan Kerja(Kunker) dibeberapa desa yang dilaporkan oleh masyarakat.

Dalam arahannya ketika memimpin apel gabungan minggu kemarin, Bupati Ratu kembali meminta Inspektorat supaya segera menyampaikan Laporan Hasil Pemeriksaan(LHP) dana desa.

Bupati Ratu menegaskan, dirinya tetap konsisten dan berkomitmen dalam menindaklanjuti pengaduan masyarakat jika ditemukan penggunaan dana desa yang tidak berdampak kesejatheraan.

Baca Juga  Walau Sudah Klarifikasi, Kades SBD Buka-Bukaan, Pernah Setor Lewat Staf Dinas PMD dan Camat

“Sudah sampai mana dan sudah berapa desa yang sudah di audit tolong kasih laporan. Sehingga kita bisa tindak lanjut segera mungkin karena saya tetap konsisten dan komitmen. Jika memang ada temuan-temuan yang keterlaluan kita proses. Kita rekomendasikan bagi saya tidak main-main karena publik sedang menunggu kinerja kita,” tegas Bupati Ratu.

Dikesempatan itu juga, Bupati Ratu menyentil beberapa kepala desa yang masih membandel dalam menggunakan dana desa tidak tepat sasaran.

Bahkan, disebutnya lagi ada kepala desa yang merasa sebagai raja kecil karena tidak tersentuh dari pemeriksaan.

“Ini banyak. Ada beberapa desa yang masih bandel-bandel. Merasa jadi raja kecil, tidak bisa tersentuh dan sesuka hati,” sebut Bupati Ratu.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!