Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Kepala Desa Weepangali; demi menghindari korban jiwa di dua kampung, saya minta maaf

Kepala Desa Weepangali, Kecamatan Kota Tambolaka, Fransiskus Umbu Geti mengakui tindakannya dalam memutuskan jaringan listrik menuju kampung Wanno Mema adalah salah.(Dokpri Rian Marviriks)

Jaringan listrik di Kampung Pyamata dimanfaatkan oleh 18 Kepala Keluarga, beberapa diantaranya masih nebeng arus tanpa menggunakan meteran. Sementara di Kampung Wanno Mema dimanfaatkan oleh 13 Kepala Keluarga.

Sebelum jaringan listrik ditarik ke Kampung Wanno Mema, awalnya disepakati bahwa warga Kampungg Wanno Mema diminta supaya hanya menggunakan 2 bola lampu listrik demi menjaga kelancaran penerangan pada malam hari.

Namun, disebutkan bahwa warga Kampung Wanno Mema ada yang menggunakan dinamo air, kulkas, televisi dan alat elektornik lainnya. Hal inipun yang memicu warga Pyamata untuk melakukan pengeluhan lantaran tegangan arus listrik tak lagi stabil.

Baca Juga  Bupati SBD Minta LHP Dana Desa, Inspektorat Akan Sampaikan Hari ini

Ketika Fransiskus menawarkan untuk swadaya pengadaan kabel listrik guna mengambil langsung arus listrik ditiang induk, beberapa warga dari kampung Wanno Mema mengaku tidak memiliki sejumlah uang diminta.

Dengan kendala itu, Fransiskus pun menyampaikan kepada warga Kampung Wanno Mema bahwa dirinya bisa membantu mengurangi beban keuangan dengan Rp2.000.000. Tawaran Frasiskus itu juga tidak disepakati oleh warga dari Kampung Wanno Mema.

“Bahkan, saat itu ada pengertian baik lewat pertemuan kedua ditanggal 13 kemarin, saya juga tidak sampai hati untuk memutuskan itu(kabel). Saya masih ada solusi lainnya yang mana saya masih bantu itu uang Rp2 juta lalu saya bikanh yang lain kamu(warga Wanno Mema) swadaya,” kata Fransiskus.

Baca Juga  DPRD SBD Sebut Kasus Desa Panenggo Ede Sudah Lama; kantor desa lebih kalah dari kandang kambing

Sayangnya, pasca mediasi dan hendak menuju ke rumah yang menjadi titik pengambilan jaringan listrik menuju Kampung Wanno Mema, Fransiskus kembali mendapat desakan dari warga Wanno Mema supaya kabel tersebut segera diputuskan.

Jika tidak, warga Wanno Mema nekat akan memutuskan sendiri kabel tersebut jika tidak dilakukan oleh kepala desa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!