Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Kepsek SMK Negeri 2 Tambolaka SBD Sebut Siswa-Siswi Murni Keracunan Menu MBG

Kepala Sekolah SMK Negeri 2 Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya, Katrina Manu Langga menyebut siswa-siswi murni keracunan dari menu Makan Bergizi Gratis(MBG).(Dokpri Rian Marviriks)

TIMEXNTT – Kepala Sekolah SMK Negeri 2 Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya, Katrina Manu Langga menyebut siswa-siswi murni keracunan dari menu Makan Bergizi Gratis(MBG).

Menurutnya, SMK Negeri 2 Tambolaka mendapat jatah untuk 44 orang dari MBG. Pasalnya, beberapa siswa sedang melakukan praktek di luar sekolah.

“Kami di sini untuk kemarin dapat jatah MBG 44 siswa karena anak-anak yang lain ada kegiatan di luar(praktek),” kata Katrina, Kamis(24/07/2025).

Siswa-siswi SMK Negeri 2 Tambolaka baru menyantap makanan pada pukul 11.30 yang didistribusi oleh Dapur Sehat Omba Lunda.

Beberapa siswa tidak memakan menu ikan karena merasakan bau tak sedap. Namun, beberapa diantara mereka tetap memakannya dengan lahap.

Tak lama kemudian, setelah selesai makan, salah satu siswi terdengar histeris di dalam kelas karena sakit perut. Guru-guru langsung membawa siswi tersebut ke ruang guru.

Baca Juga  Ombudsman NTT Soroti Dugaan Keracunan Menu MBG di Sumba Barat Daya: Mengindikasikan Adanya Maladministrasi

“Karena kondisi anak tidak lagi tahan sakit perut, kami putuskan bawa ke rumah sakit, sebelumnya saya juga sempat hubungi pihak badan gizi,” katanya lagi.

Dengan kondisi siswi itu, Katrina memutuskan memulangkan seluruh siswi pada pukul 11.00.

Sayangnya, ketika dipulangkan, pihaknya kembali mendapat informasi jika ada 2 siswa lainnya yang merasakan hal yang sama.

Kedua siswa itu merasakan sakit kepala, lemas, dan pusing. Katrina pun langsung perintahkan bawahannya untuk membawa ke rumah sakit.

“Satu anak, kami jemput di rumah. Total awal itu 4 anak,” tambah Katrina.

Ketika berada di rumah sakit, Katrina dan guru-guru berupaya konfirmasi siswa-siswi lain yang diketahui memakan menu ikan tersebut.

Baca Juga  KKJ Indonesia: Aksi Polisi Menangkap Pemimpin Redaksi Floresa di Manggarai adalah Tindakan Melawan Hukum

Pada pukul 04.00 sore, masih kata Katrina, salah satu bawahannya kembali ke sekolah untuk memastikan siswa-siswi yang berada di asrama.

Di sana, kembali ditemukan 3 siswa yang menjerit kesakitan. Mereka sempat meminum air gula untuk mendapat pertolangan. Sayangnya, ketiga siswa tersebut tidak merasakan perubahan.

Kendati tidak ada perubahan, Katrina perintahkan untuk segera membawa ke rumah sakit untuk mendapat penanganan lebih lanjut.

“Jadi totalnya 7 orang semua. Ini menjadi bahan evaluasi bagi kami semua untuk lebih cermat lagi mengawasi makanan yang masuk ke sekolah. Dan juga pihak pengelola supaya lebih perketat pengawasan dan pengolahan makanan perlu disteril,” ungkapnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!