Ketua Pewarta SBD Minta Tetap Tulis Fakta Walau Ada Ancaman Dari Akun Palsu Hingga Desak Polres SBD
TIMEXNTT – Salah satu wartawan di Kabupaten Sumba Barat Daya(SBD), Nusa Tenggara Timur(NTT) mendapat ancaman dari pengguna media sosial Facebook.
Ia mendapat ancaman seusai menayangkan pemberitaan tentang dukungan anggota DPRD SBD kepada salah satu pasangan bakal calon.
Ancaman itu datang dari pengguna akun anonim alias akun palsu karena tidak menerima pemberitaan tentang dukungan itu.
Sebab, diketahui anggota DPRD SBD dari Partai Nasdem itu merupakan istri dari salah satu pasangan bakal calon yang bukan diusung oleh Partai Nasdem.
Adapun poin pernyataan anggota DPRD SBD yang nyatakan dukungan kepada bakal calon lain sebagai berikut.
“Bersedia untuk menjadi TIM Pemenangan dan Juru Kampanye Paket Ratu-Angga c Kabupaten Sumba Barat Daya. Manakala pernyataan sikap saya dipoint 1 dan 2 tidak saya laksanakan, maka saya siap diberhentikan dari jabatan Anggota DPRD Kabupaten Sumba Barat Daya Fraksi Partai NasDem Periode 2024-2029,” bunyi poin pernyataan dukungan yang ditandatangan di atas materai 10 ribu.
Sontak, pemberitaan itu menjadi viral. Pasalnya, suami dari anggota DPRD SBD itu yang kembali terpilih pada periode 2024-2029 juga ikut berkompetisi sebagai bakal calon bupati dari partai politik yang berbeda.
Kendati nyatakan dukungan dan telah diberitakan melalui salah satu media online, seorang pengguna akun palsu screenshot isi pemberitaan itu.
Kemudian ia memosting di salah satu gorup facebook dengan narasi pengancaman terhadap wartawan yang telah menulis pemberitaan tersebut.
“Ingat, hati-hati anda penulis berita ini. Jika hal terburuk terjadi pada kader partai Nasdem, anda orang pertama yang akan jadi target ilang k***la,” tulis pada keterangan postingan akun palsu tersebut.
Menyikapi atas bentuk intimidasi terhadap wartawan, Ketua Pewarta SBD, Fredi Ladi gerang dan mendesak Polres SBD untuk menelusuri pengguna akun palsu di medias sosial.
Ia menilai akun-akun palsu yang bermunculan pada tahapan Pilkada SBD sangat meresahkan. Bukan hanya itu, ia pun menilai dapat berdampak pada konflik sosial masyarakat.
“Kami mendesak pihak kepolisian untuk segera mengambil tindakan tegas dalam menelusuri dan menangkap oknum yang menggunakan akun palsu ini. Perlindungan terhadap kebebasan pers adalah tanggung jawab kita bersama, dan tindakan seperti ini tidak boleh dibiarkan terjadi,” tegas Fredi.
Fredi juga mengecam tindakan akun palsu yang sudah mengancam rekannya. Menurutnya, wartawan adalah pilar penting dalam menyajikan informasi yang objektif kepada masyarakat, dan mereka tidak boleh diancam atau diintimidasi.
Untuk itu, Fredi meminta supaya wartawan tetap menulis atau menanyangkan berbagai informasi berdasarkan fakta. Ia juga meminta agar tidak merespon segala bentuk ancaman yang dialkukan oleh akun palsu.
“Kita berharap supaya kepolisian dapat menelusuri pengguna-pengguna akun palsu. Tentunya kita semua berharap supaya proses Pilkada SBD berjalan lancar tanpa hambatan apapun,” harapnya.***
Tinggalkan Balasan