Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Kian Melejit! UMKM Gollu Rade Teken MoU Bersama Dekranasda Sumba Barat

Rian Marviriks Storintt.id
Untuk diketahui, Kelompok UMKM Gollu Rade pernah mendapat piagam penghargaan dari International Labour Organization (ILO) salah satu organisasi yang berada di bawah PBB yang mensupport aktivitas Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

STORINTT – Ketua Kelompok Gollu Rade, Soleman W. Mawo resmi meneken Memorandum of Understanding (MoU) bersama Dekranasda Sumba Barat, NTT.

MoU tersebut bertujuan untuk kegiatan pendampingan Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) terhadap 30 penenun di Sumba Barat selama 3 bulan ke depan.

Untuk diketahui, Kelompok UMKM Gollu Rade pernah mendapat piagam penghargaan dari International Labour Organization (ILO) salah satu organisasi yang berada di bawah PBB yang mensupport aktivitas Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Bukan hanya itu, Soleman juga berhasil membawa Kelompok UMKM Gollu Rade dalam meraih kejuaraan mewakili Pulau Sumba dalam festival Desa Binaan Bank NTT dan Festival PAD Tahun 2022.

Dengan berbagai piagam penghargaan yang diperoleh, Kelompok UMKM Gollu Rade menjadi salah satu kelompok usaha di Sumba Barat Daya yang sering mendapat tawaran pendampingan dari sejumlah pihak.

“Hari ini telah terjadi kerja sama antara Kelompok UMKM Gollu Rade bersama Dekranasda Sumba Barat, di mana UMKM Gollu Rade menjadi fasilitator dari program tersebut selama 3 bulan,” kata Soleman, Selasa(14/04/2016).

Soleman menjelaskan, Pendidikan Kecakapan Wirausaha merupakan program kursus dan pelatihan vokasi dari Kemendikdasmen untuk membekali anak putus sekolah dengan usia 16-40 tahun di Sumba Barat.

Pendampingan ini berfokus pada pelatihan 70 persen praktik dan 30 persen teori, termasuk pendampingan rintisan usaha, untuk meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat lokal.

Sementara itu, pendampingan ini akan dilakukan terhadap 30 penenun yang menyebar diseluruh kecamatan yang berada di Sumba Barat.

“Dengan keterampilan praktis, pengetahuan kewirausahaan, dan sikap mandiri. Pendampingan ini juga untuk memastikan mental, marketing, produk-produk dari pelaku usahan tenun ikat di Sumba Barat,” katanya lagi.***

Tutup
error: Content is protected !!