Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

KMP Cakalang Berlayar, Kepala Syahbandar Waikelo: Pastikan Kendaraan Tidak Over Dimension Over Load

Rian Marviriks Storintt.id
Ke depan, juga diharapkan supaya KMP Cakalang bisa melayani rute segitiga emas, yakni, Waikelo, Sape dan Labuan Bajo.(Dokpri Rian Marviriks)

STORINTT – KMP Cakalang yang berada di bawah kendali Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan(ASDP) Indonesia Ferry(Persero) cabang Sape kembali melakukan pelayaran perdana di Pelabuhan Waikelo, Sumba Barat Daya, NTT.

Kehadiran kapal motor diharapkan menjadi solusi dan harapan transportasi laut yang aman, lancar, nyaman dan terjangkau dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.

Selain itu, juga dapat menggerakan roda ekonomi dengan memperlancar distribusi logistik hasil pertanian, perikanan yang akan berdampak pada penurunan harga pasar di Pulau Sumba.

Ke depan, juga diharapkan supaya KMP Cakalang bisa melayani rute segitiga emas, yakni, Waikelo, Sape dan Labuan Bajo.

Untuk diketahui, dalam seminggu KMP Cakalang akan melayani rute Waikelo – Sape sebanyak 2 kali, sehingga dalam sebulan akan berlayar sebanyak 8 kali.

Transportasi laut penghubung Pulau Sumba, NTT – Pulau Sumbawa NTB memiliki kapasitas penumpang kurang lebih 300 orang, sedangkan kendaraan sekitar 20 kendaraan.

Kepala Syahbandar Waikelo, Tonny E. Bokty menyebut pelayaran perdana KMP Cakalang di Pelabuhan Waikelo sebagai bukti bahwa konektivitas Pelabuhan Waikelo – Sape semakin terbuka.

Baca Juga  SDK Marsudirini Dapat Bantuan Perbaikan Gedung Sekolah Rp1,4 Miliar, Kepsek: Terima Kasih Pemda SBD

Lintasan ini disebutnya akan menghubungkan Pulau Sumba dan Pulau Sumbawa, selain itu menghubungkan orang, barang dan kendaraan. Dengan demikian, ia meyakini akan mempermudah konektivitas pedagang dan wisatawan yang akan melintas.

Namun, ia meminta untuk tetap memperhatikan kondisi kendaraan supaya tidak Over Dimension Over Load atau ODOL.

“Dalam memberikan pelayanan agar mengutamakan keselamatan, lakukan pengecekan kapal secara rutin, kemudian penuhi SOP pelayaran karena kepercayaan masyarakat dibangun dari rasa aman dan nyaman. Dan juga memperhatikan kondisi kendaraan supaya tidak ODOL karena akan berdampak pada kerusakan infrastruktur jalan di Kabupaten Sumba Barat Daya. Jangan melebihi kapasitas muatan,” kata Tonny E. Bokty, Minggu(24/05/2026).

Sementara itu, General Manager PT ASDP Indonesia Ferry(Persero) Cabang Sape, Suryanto Purnomo mengakui bahwa terputusnya rute Waikelo – Sape selama ini dikarenakan kondisi dermaga yang rusak.

Baca Juga  Dominggus Dama Sebut Partai Pengusung Akan Bertambah, Kadis Pendidikan Calon Wakil

“Terakhir beroperasi itu pada bulan November 2023. Namun, setelah habis proses reahabilitas pelabuhan, termsuk adanya hasil kerja sama dan koordinasi yang baik, sehingga hari bisa dilakukan pelayaran kembali,” kata Suryanto.

Menurutnya, lintasan ini mendukung distribusi logistik, pariwisata NTT – NTB. Untuk itu, ia berharap dapat memberikan dampak positif dan pertumbuhan ekonomi masyarakat di Pulau Sumba, khususnya di Sumba Barat Daya.

ASDP berkomitmen untuk terus melakukan pelayanan yang aman, nyaman dan handal. Mereka juga terus berupaya dalam mendorong dan meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat.

“Kami ucapkan terima kasih dan apresiasi kepada semua pihak yang sudah mengambil bagian, khususnya Pemerintah Sumba Barat Daya. Kami berharap dengan kembalinya Waikelo – Sape, konektivitas antar wilayah semakin kuat, sektor parisiwata semakin maju, dan aktivitas pertumbuhan ekonomi masyarakat semakin berkembang,” katanya lagi.***

Tutup
error: Content is protected !!