KMP Cakalang Kembali Beroperasi Setelah 3 Tahun, Bupati Ratu Wulla Ingatkan Supaya Hindari Pungutan Liar
STORINTT – KMP Cakalang kini kembali beroperasi Waikelo – Sape. Penantian ini berlangsung selama 3 tahun sejak bulan November 2023 silam.
Tentunya, berlayarnya KMP Cakalang di Pelabuhan Waikelo – Sape tidak terlepas dari kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya melalui Dinas Perhubungan bersama Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan(ASDP) Indonesia Ferry(persero) cabang sape dan lembaga vertikal lainnya.
Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonnu Wulla mengatakan, pengoperasian kembali lintasan Sape – Waikelo ini bukan sekadar urusan teknis mengenai berlayarnya kapal dari satu pelabuhan ke pelabuhan lain.
Menurutnya, bagi masyarakat Sumba Barat Daya, peristiwa hari ini adalah sebuah langkah nyata dalam mengimplementasikan arah baru pembangunan daerah.
Ia meyakini bahwa melalui interkoneksi laut yang kembali pulih ini, pemerintah sedang memperkuat tiang-tiang utama dari visi besar tersebut secara terintegrasi.
“Atas nama pemerintah daerah dan seluruh masyarakat kabupaten sumba barat daya, saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya dan terima kasih yang mendalam kepada pt asdp indonesia ferry (persero) cabang sape di bawah kepemimpinan bapak suryanto purnomo beserta seluruh jajaran direksi, manajemen, hingga para kru kapal. Terima kasih yang sama juga saya sampaikan kepada kepala upp kelas iii waikelo, karantina kesehatan, serta seluruh pihak yang telah bekerja keras dan berkolaborasi secara luar biasa hingga pintu gerbang laut antarpulau ini dapat diaktifkan kembali,” kata Bupati Ratu Wulla sebelum meresmikan pelayaran perdana KMP Cakalang, Minggus(24/05/2026).
Kehadiran KMP Cakalang di Pelabuhan Waikelo, Bupati Ratu Wulla menyebut​sebagai urat nadi logistik vital yang menghubungkan Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat, lintasan ini akan memastikan distribusi sarana produksi pertanian, peternakan, perikanan, dan perdagangan kita berjalan semakin lancar.
Selain itu, akses pasar bagi hasil bumi petani Sumba Barat Daya ke luar daerah kini terbuka lebar, yang secara langsung akan memperkokoh ketahanan pangan daerah, sekaligus menumbuhkan ekonomi kerakyatan secara merata dari desa hingga ke kota.
​Lebih dari itu, Bupati Ratu Wulla juga menyebut konektivitas yang cepat, aman, dan terjangkau ini akan sangat mendukung mobilitas pelayanan publik, baik untuk kelancaran rujukan kesehatan darurat maupun distribusi fasilitas pendidikan.
Disisi lain, pelabuhan waikelo ini juga menjadi pintu gerbang etalase budaya dan pariwisata.
Melalui jalur penyeberangan ini, kata dia, tidak hanya mempertukarkan barang, melainkan juga memperkenalkan kekayaan adat, kain tenun, dan nilai luhur, serta keindahan alam sebagai destinasi tujuan wisata kepada dunia luar, yang memperkuat karakter identitas daerah di mata nusantara.
Untuk itu, Bupati Ratu Wulla mengajak seluruh masyarakat Sumba Barat Daya untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan kebersihan pelabuhan waikelo.
“Mari kita jadikan gerbang laut ini sebagai cerminan masyarakat sumba barat daya yang berkarakter ramah, santun, dan berbudaya tinggi. Kepada PT ASDP indonesia Ferry beserta jajaran nakhoda dan perwira kapal, kami menitipkan aspek keselamatan pelayaran di atas segalanya, serta berikanlah pelayanan prima yang humanis dan konsisten bagi seluruh lapisan masyarakat,” pintah Bupati Ratu Wulla.
Lebih lanjut, Bupati Ratu Wulla juga menginstruksikan kepada otoritas pelabuhan, instansi vertikal, dan dinas terkait untuk mengawal ketat operasional pelabuhan ini agar berjalan tertib, bebas dari pungutan liar, serta mampu mendongkrak roda perekonomian lokal secara maksimal.
“Semoga perjalanan melintasi lautan menuju pelabuhan sape dapat berjalan dengan aman, nyaman, dan selamat sampai di tujuan hingga dapat berkumpul kembali bersama keluarga tercinta,” katanya lagi.***