Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Lapor Bupati SBD, Masyarakat Desa Umbu Wangu Wesel Pertanyakan Anggaran BUMDes Rp50 Juta dan Jalan 3 KM

Menindaklanjuti pengaduan ini, DPRD Sumba Barat Daya bersama mitra kerja langsung gerak cepat dalam Kunjungan Kerja(Kunker) di Desa Umbu Wangu beberapa hari lalu.

TIMEXNTT – Masyarakat Desa Umbu Wangu, Kecamatan Wewewa Selatan resmi melaporkan kepala desa di Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonu Wulla, Senin(07/04/2025) lalu.

Tembusan pengaduan perihal permohonan audit dana desa tahun 2021-2024 tersebut juga dilayangkan kebeberapa pihak, termasuk DPRD Sumba Barat Daya, NTT.

Menindaklanjuti pengaduan ini, DPRD Sumba Barat Daya bersama mitra kerja langsung gerak cepat dalam Kunjungan Kerja(Kunker) di Desa Umbu Wangu beberapa hari lalu.

Berdasarkan surat pengaduan yang diterima oleh timexntt.id, terdapat sejumlah poin pengaduan masyarakat Desa Umbu Wangu yang dilayangkan.

Mirisnya, masyarakat menduga Kepala Desa Umbu Wangu menyalahgunakan dana desa sejak tahun 2021 hingga pada tahun 2024.

Dari sejumlah poin temuan yang dilayangkan, masyarakat Desa Umbu Wangu mengklaim bahwa masih banyak pekerjaan lain yang tidak terealisasi. Masyarakat juga menilai Kepala Desa Umbu Wangu tidak transparan dalam memanfaatkan dana desa.

Baca Juga  Profil Ketua Bawaslu SBD Periode 2023-2028, Ternyata Seorang Aktivis 

Adapun beberapa item kegiatan yang masyarakat Desa Umbu Wangu menilai janggal atau tidak terealisasi. Diantaranya, rabat beton tidak di kerjakan sama sekali yang berada di Bondo Kapumbu, RW IV Dusun II tahun anggaran 2022.

Lapangan volley ball di depan Kantor Desa Umbu Wangu hanya dibuatkan pondasinya saja, tahun anggaran 2023. Gedung Paud di Watutotoka Tahun Anggaran 2021tidak dikerjakan.

Meteran Listrik, yang di programkan tahun anggaran 2023 tidak terealisasi secara penuh. Selanjutnya, pekerjaan jalan dari Wanno Lado ke kampung Rato Weri kurang lebih 3 Km tidak digiling(walls) tahun anggaran 2023.

Kemudian, pekerjaan jalan dari Bondo Lagapa ke Reraka tidak di siram sirtu, tidak ada selokan, tidak lebar kurang lebih 2 Km tahun anggaran 2024. Rumah layak huni di tahun anggaran 2023 dan 2024 masih ada yang belum dikerjakan hingga Tahun ini.

Baca Juga  Ratu Angga Ditetapkan, KPU Provinsi NTT Puji KPU Sumba Barat Daya; ini pilkada berintegritas

Selain itu, rabat di depan Kantor Desa kurang lebih 30 meter tahun anggaran 2023 sampai dengan saat ini belum dikerjakan dan rabat beton di Bondo Kadelu Dusun IV sdak dikerjakan tahun anggaran 202.

Masyarakat juga menduga terjadi pemotongan penerima BLT, Bansos PKHsebesar Rp50.000 untuk biaya konsumsi rencana kedatangan Gubernur Nusa Tenggara Timur dalam rangka penanaman padi di persawahan irigasi Umbu Wangu pada Tahun 2023 dimana rencana tersebut Gubernur NTT tidak jadi turun.

Rabat di Paba Pare di kerjakan tidak sesuai standart pada tahun 2022 selanjutnya di tahun 2023 peningkatan jalan pekarasan dilaksanakan lagi sehingga rabat tersebut tertimbun.

Pada tahun anggaran 2023 ada penyertaan modal di BUMDes Umbu Wangu sebesar Rp.50.000.000 tidak di ketahui pemanfaatannya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!