Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

LPI SBD Resmi Digelar, Bupati Ratu Sebut Sebagai Ajang Pembentukan Karakter Generasi Muda

Liga Pelajar Indonesia(LPI) di Kabupaten Sumba Barat Daya(SBD) resmi digelar, Rabu(28/05/2025). Dalam turnamen bergengsi lintas pelajar ini diikuti oleh 34 kontingen.(Dokpri Rian Marviriks)

TIMEXNTT – Liga Pelajar Indonesia(LPI) di Kabupaten Sumba Barat Daya(SBD) resmi digelar, Rabu(28/05/2025). Dalam turnamen bergengsi lintas pelajar ini diikuti oleh 34 kontingen.

Pembukaan LPI SBD ini ditandai dengan pemukulan gong dan penendangan bola pertama oleh Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonu Wulla.

Dalam sambutannya, Bupati Ratu menyebut turnamen ini bukan hanya sekedar kompetisi, melainkan juga sebagai media pendidikan pembentukan karakter bagi generasi muda.

Menurutnya, melalui olahraga, pelajar dapat belajar untuk disiplin, bekerja sama dalam tim, menjunjung tinggi kejujuran dan mengelola emosi dalam tekanan.

Baca Juga  Bupati Ratu Perpanjang Jabatan Kepala Desa Jadi 8 Tahun: Optimalkan BUMDes 

“Nilai-nilai inilah yang sesungguhnya membentuk pribadi yang unggul, tidak hanya di lapangan tetapi juga dikehidupan sosial dan masa depan,” kata Bupati Ratu.

Liga Pelajar Indonesia ini dinilainya juga sebagai ajang penting untuk mendorong semangat sportifitas dan memperkuat semangat nasionalisme dikalangan pelajar.

Dengan turnamen ini, Bupati Ratu meminta supaya dijadikan sebagai wadah untuk menggali potensi pelajar, mencetak calon atlet masa depan dan membentuk generasi yang sehat, kuat dan tangguh secara mental maupun fisik.

Ia meyakini, generasi muda di Sumba Barat Daya memiliki bakat dan semangat juang yang luar biasa.

Baca Juga  Persada U17 Hanya Makan Lauk Tempe Ketika Berlaga di Soeratin Cup: Anggaran Rp240 Juta, Dispora SBD Alasan Gemuk

Oleh karena itu, Pemerintah Daerah disebutnya lagi akan terus berkomitmen dalam mendukung kegiatan pembinaan olahraga pelajar secara berkelanjutan.

“Anak-anak kalau kalah harus terima kekalahan, tetap sportif. Jangan ketika ada tanda-tanda kekalahan mulai buat ke onaran. Kita harus sportif, kalau memang kalah harus siap menerima kekalahan dan ke depan supaya melatih diri lebih baik untuk meraih kemenangan,” pintahnya.

“Bertandinglah dengan sungguh-sungguh, tetap rendah hati dalam kemenangan dan terimalah kekalahan dengan lapang dada,” pintahnya lagi.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!