LUAR BIASA! Akademik Pariwisata Sumba Jadi Kampus Pertama Di NTT Bergelar Sarjana Terapan
Lebih lanjut, James menyebut regulasi untuk mendirikan Perguruan Tinggi Negeri atau Swasta tidak semudah seperti pada tahun sebelum-sebelumnya.
Menurutnya, pada tahun sebelumnya, untuk mendirikan sebuah kampus, hanya dibutuhkan rekomendasi dari LLDIKTI. Namun, saat ini, regulasinya sudah sangat ketat.
“Setelah rekemondasi terbit, kita masih melalui beberapa tahap lagi. Tapi Puji Tuhan, setelah SK Menteri keluar, itu sudah paket akreditasi pertama, dan itu berlaku selama 2 tahun, 2 tahun berikut kita harus update lagi untuk ke level akreditasi berikutnya. AKPAR Sumba juga mencatat sejarah di NTT karena menjadi kampus pertama yang bergelar Sarjana Terapan(S.Tr). Di NTT kita hanya punya 2, satu di AKPAR Kupang dengan gelar D3,” kata James.
Sementara itu, soal biaya SPP mahasiswa, James menyebut per semester Rp2.500.000. Namun, SPP tersebut bisa dicicil oleh mahasiswa sebanyak 2 kali. Sedangkan, biaya pembangunan untu tahun pertama dihilangkan.
“Kita juga tidak memberikan beban biaya pembangunan, tapi Akademik Pariwisata Sumba pada tahun pertama kita bebaskan, dan ini juga menjadi sinyal positif bagi anak-anak muda bahwa kampus tidak selalu identik dengan biaya yang mahal karena yang membangun adalah putra daerah, dayang karena keterpanggilan fakta realita SDM yang masih membutuhkan perbaikan atau akselarasi yang sering digaungkan oleh Ibu Bupati,” kata James.***