Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Masyarakat ‘Telanjangi’ Kepala Desa Panenggo Ede Dihadapan DPRD, Camat; ini sanksi sosial

Kepala Desa Panenggo Ede dibuat tak berkutik ketika masyarakat angkat bicara dan membongkar semua kedok dalam memggunakan dana desa sejak tahun 2021 hingga pada tahun 2024.(Dokpri Rian Marviriks)

TIMEXNTT – Masyarakat Desa Panenggo Ede, Kecamatan Kodi Balaghar, Sumba Barat Daya ‘telanjangi’ Kepala Desa, Marten Mete dihadapan DPRD, PMD, Inspektorat dan Camat, Rabu(12/03/2025) lalu.

Kepala Desa Panenggo Ede dibuat tak berkutik ketika masyarakat angkat bicara dan membongkar semua kedoknya dalam menggunakan dana desa sejak tahun 2021 hingga pada tahun 2024.

Tidak main, bahkan tampak terlihat seorang warga yang membawa colokan stop kontak listrik yang disebut-sebut hasil instalasi yang tidak dipasangkan meteran oleh Kepala Desa Panenggo Ede.

Padahal, alokasi anggaran untuk pengadaan meteran listrik dikonfirmasi kurang lebih Rp90 juta. Sayangnya, masyarakat belum merasakan bantuan tersebut.

Baca Juga  Bupati Kabupaten Kupang Sebut Stok Pasir Bisa Layani SBD Hingga 100 Tahun: Sudah Teken MoU

Melihat tindakan masyarakat yang memberanikan diri dalam mengungkap perbuatan Kepala Desa Panenggo Ede, Camat Kodi Balaghar menyebut itu sebagai sanksi sosial.

Tentunya, Kepala Desa Panenggo Ede merasa malu ketika masyarakatnya buka-bukaan dihadapan DPRD, PMD dan Inspektorat atas sejumlah program yang terkesan fiktif.

“Bagi saya, tadi itukan bukan sanksi hukum, itu salah satu bentuk sanksi sosial kepada yang bersangkutan. Tidak enak kepada masyarakat, dihadapa dewan jadi bagi saya sanksi sosial. Tadikan kita dengar sendiri bahwa semua orang tidak setuju apa yang dia lakukan,” kata Adi Mada beberapa hari lalu.

Baca Juga  Luar Biasa! Pemerintah Desa Wali Ate Gelar Pelatihan Menjahit, Kades; Demi memproduksi jahitan berkualitas

Dengan berbagai keluhan masyarakat yang disampaikan pada saat Kunker komisi I dan III DPRD Sumba Barat Daya, Adi Mada merasa bangga.

Adi Mada bahkan berterimakasih atas tindakan masyarakat yang berani mengungkapkan keluhan kepada DPRD, PMD dan Inspektorat.

Ia akan teruskan hasil rapat tersebut kepada desa-desa lain supaya tidak terjadi hal yang sama seperti di Desa Panenggo Ede.

“Saya justru berterimakasih dengan apa yang terjadi hari ini. Dan saya akan langsung teruskan kepada teman-teman desa bahwa DPRD tidak main-main. Saya senang ini, saya akan sampaikan ke desa-desa supaya tidak seperti Panenggo Ede lagi,”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!