Mediasi! Camat Webar Dan Kades Kabali Dana Sebut Maslah Rumah Tangga Ibu Adriana Sudah Selesai
STORINTT – Pemerintah Kecamatan Wewewa Barat dan Pemerintah Desa Kabali Dana mengambil sikap dalam memediasi persoalan rumah tangga dari Ibu Adriana yang saat ini menjadi konsumsi publik.
Dalam mediasi itu, kedua belah pihak bersedia menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan yang tidak pernah diduga akan menjadi viral hingga memicu perhatian kalangan publik, apalagi Ibu Adriana yang saat ini sedang mengandung 4 bulan.
Pantauan storintt.id, Selasa(09/06/2026), dalam proses mediasi tersebut kedua belah pihak tidak saling menyalahkan. Mereka justru tidak menyangka kalau persoalan rumah tangga harus memantik berbagai spekulasi publik dalam menyalahkan satu sama lain.
Dalam mediasi ini juga, Pemerintah Kecamatan Wewewa Barat dan Pemerintah Desa Kabali Dana hadir dengan penuh kekeluargaan.
Ditanya ketika proses mediasi berakhir damai, Camat Wewewa Barat, Enos B. Ate menegaskan, pihak keluarga tidak berniat melantarkan Ibu Adriana yang saat ini sedang dalam berbadan dua. Mereka(keluarga-red) justru mempunyai rasa kasih sayang yang begitu besar terhadap Ibu Adriana.
Namun, ketika persoalan rumah tangga itu menjadi konsumsi publik, dirinya membangun koordinasi dengan Pemerintah Desa Kabali Dana supaya bisa mengambil jalan keluar dalam menyelesaikan dinamika tersebut.
Sesuai pengakuan Bulu Dairo, kata Enos, dirinya masih berkeinginan supaya anak mantunya itu menetap di rumah besar untuk bisa membantu dalam mengurus ibu mertuanya yang saat ini sedang sakit, bukan karena melarang menempati rumah yang baru dibangun. Namun, karena hal itu, terjadilah kesalahpahaman.
“Puji Tuhan, hari ini Ibu Adriana dan Bapak Bulu Dairo telah berdamai dan disaksikan oleh seluruh keluarga, Pemerintah desa dan Pemerintah Kabupaten. Dalam proses ini, masing-masing tulus sampaikan isi hatinya dan tidak ada pemaksaan,” kata Enos.
Di tempat yang sama, Kepala Desa Kabali Dana, Dominggus Willu Ate juga menegaskan bahwa persoalan beberapa hari ini telah selesai. Kedua belah pihak sudah saling memaafkan.
“Ini hanya salah paham. Dan hari ini sudah diselesaikan,” kata dia.
Sebelumnya, sebagaimana diberitakan awal, perwakilan keluarga, Jhoni Juang menegaskan, tidak ada kekerasan yang terjadi dalam persoalan ini. Ia juga menegaskan kalau keluarga tidak pernah punya niat melantarkan Ibu Adriana yang sedang hamil. Semua, kata dia, hanya karena salah paham.
“Tidak ada kekerasan, tidak ada pelantaran, tidak ada yang usir dari rumah. Ini hanya mis komunikasi saja dalam rumah tangga. Kami minta maaf atas kejadian ini,” kata Jhoni Juang.
Soal rumah yang disegel, Jhoni Juang meluruskan, bahwasannya keluarga tidak pernah menyangkali kalau rumah tersebut adalah milik dari Ibu Adriana. Namun, secara budaya, rumah tersebut belum ditempati secara resmi.
Selama ini, Ibu Adriana bersama anak-anak masih sering berada di rumah besar. Ibu Adriana dan Suami bahkan menjadi tulang punggung orangtua yang saat ini sudah lansia, termasuk mengurus Mama Mantunya yang saat ini sedang sakit(tidak bisa jalan atau bangun-red).
Sementara, soal tudingan melarang pelayanan PKS di rumah besar mereka yang juga disebut sebagai pemicu Ibu Adriana keluar dari rumah adalah tidak benar. Sebab, meski bapak mantu Ibu Adriana masih berkeyakinan terhadap kepercayaan marapu, tetapi selalu mendukung terhadap seluruh kegiatan gereja.
“Karena situasi dalam rumah ini, mama mantu dari ibu Adriana sedang sakit, tidak bisa bangun, dan kesibukan kerja jadi mengharapkan pertolongan dan bantuan dari Ibu Adriana yang menjadi harapan satu-satunya, maka disitu terjadi mis komunikasi, jadi seolah-olah diusir, dimarah, padahal bukan seperti itu,” katanya lagi.***