Menata Kota, Dinas Lingkungan Hidup SBD Minta Tambahan Personil Penanganan Sampah dan Ruang Terbuka Lingkungan Hijau
STORINTT – Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya melalui Dinas Lingkungan Hidup berkomitmen menjaga kebersihan dan menjadikan pusat Kota Tambolaka sebagai wilayah bebas sampah.
Bukan hanya pusat Kota Tambolaka, Dinas Lingkungan Hidup juga berupaya menjadikan lingkungan pusat pemerintahan yang asri.
Dengan komitmen itu, sejumlah Organisasi Perangkat Daerah(OPD) diharapkan dapat bersama-sama menjaga kebersihan sekitar lingkungan kantor.
Hal ini guna mewujudkan misi Bupati Ratu Ngadu Bonnu Wulla dan Wakil Bupati Dominikus Alphawan Rangga Kaka dalam menata kota.
Namun demikian, untuk penanganan sampah, saat ini Dinas Lingkungan Hidup hanya memiliki 24 tenaga, sehingga mereka masih membutuhkan penambahan untuk memastikan pusat kota dan sekitarnya bebas dari sampah. Selain itu, mereka juga hanya memiliki 2 truck bak amrol.
Dengan kekurangan personil tersebut, Dinas Lingkungan Hidup telah mengajukan permohonan penambahan tenaga sebanyak 30 orang. Permohonan itu diniliai masih dalam batas wajar.
“Persoalan yang kita hadapi sekarang adalah personil kita kurang, kami juga sudah mengajukan surat permohonan kepada Ibu Bupati untuk menambah tenaga. Hari kami dapat tanggapan dan akan segera rapat. Kami minta tambahan tenaga 30 orang. Jadi kalau terjawab, tenaga kami ada 54 orang semua,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Semon Lende, Kamis(04/06/2026).
Kendati hanya mempunyai 24 personil, Dinas Lingkungan Hidup tidak tinggal diam dalam memastikan kebersihan di daerah ini. Mereka kerap melakukan pengangkutan sampah di setiap titik-titik tempat disiapkan bak amrol. Hal itu dilakukan setiap hari.
Menurut Semon, pihaknya juga melakukan pembersihan sampah disetiap jalur protokol, mulai dari Hotel Sima Sumba hingga di jalan Bandara Lende Kalumbang. Ia meminta supaya masyarakat dapat menitipkan sampah di bak amrol yang sudah disedikan oleh pihaknya.
Ia mengatakan, selama ini masih banyak masyarakat yang belum tertibkan sampah dibak amrol yang telah disediakan dibeberapa titik. Namun, pihaknya tetap memungut sampah yang berserakan di sepanjang jalan protokol, termasuk di depan kios, warung maupun depan toko.
“Kami ada siapkan 3 bak amrol di Tambolaka Culinary Center(TCC), di Pasar Omba Komi dan Radamata ada 3, di Lapangan Galatama ada 1, di sekitar area rumah wakil ada 1. Kalau total bak amrol yang kita miliki hanya 11 saja. Jadi saya minta masyarakat bisa membuang sampah di tempat-tempat yang sudah disediakan itu,” kata Semon.
Sementara itu, untuk ruang terbuka lingkungan hijau, Dinas Lingkungan Hidup memiliki beberapa titik yang menjadi tanggung jawab mereka.
Diantaranya, dari simpang kodi menuju kadul, kemudian dari BKD smpai di ujung jembatan paredawa, dari simpang piala umbu menuju ke pasar, dan dari Bandara Lende Kalumbang sampai lampu merah.
Namun, Semon juga mengaku masih kekurangan tenaga khusus untuk ruang terbuka lingkungan hijau. Menurutnya, saat ini hanya memiliki 29 orang. Untuk itu, ia juga telah mengusulkan permohonan untuk penambahan 8 orang.
“Khusus ruang terbuka lingkungan hijau, kami dibantu oleh kurang lebih 29 orang. Tapi 1 sudah mengundurkan diri. Hari ini juga kami ada minta tambahan kurang lebih 8 orang juga. Kami juga memiliki biaya operasional yang sangat kecil, tetapi kami tetap benar-benar memaksimalkan yang ada demi keindahan kota,” katanya lagi.
Semon berharap supaya masyarakat bisa bersama-sama menjaga kebersihan. Ia menyebut bahwa kesadaran masyarakat sangat dibutuhkan dalam mewujudkan daerah yang bebas sampah.***