Mencari Figur Camat Wewewa Barat Yang “Peka” Dengan Pembangunan di 20 Desa: Membangun Desa, Menata Kota
Desa Waimangura, yang seharusnya representasikan keberhasilan pembangunan dari 19 desa lainnya justru terlihat tak ada perkembangan. Bahkan, kantor desa yang tepatnya berada di pusat kota kecamatan itu tampak tak terurus.
Jika camat gagal merangkul para pemimpin desa, koordinasi pembangunan akan terhambat oleh konflik kepentingan atau sekadar miskomunikasi.
​Dampak yang dirasakan masyarakat Kegagalan kepemimpinan di tingkat kecamatan ini bukan tanpa konsekuensi.
Banyak camat yang terjebak pada peran administratif formalitas semata. Padahal, camat memiliki otoritas untuk mengevaluasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) dan APBDes.
Jika evaluasi ini dilakukan dengan “asal setuju”, potensi penyimpangan anggaran pun di tingkat desa akan meningkat.
Untuk itu, memilih atau menetapkan seorang camat adalah investasi strategis bagi masa depan desa. Sosok yang dicari adalah mereka yang memiliki integritas tinggi, pemahaman mendalam tentang regulasi desa, serta empati yang besar terhadap kearifan lokal.