Menghalangi Kampanye, Oknum DPRD SBD Fraksi Gerindra Dilapor ke Bawaslu dan Polres SBD
Berbagai proses penerimaan dilakukan dengan riang gembira oleh masyarakat. Termasuk juga disambut dengan tari-tarian adat ciri khas masyarakat Sumba Barat Daya.
“Ketika kami tiba untuk melakukan persmian posko, kami diterima secara adat, ada penyelempengan kain adat. Semua berjalan baik,” jelas Ratu Wulla.
Seusai penerimaan dan sambutan dari perwakilan masyarakat Desa Webaghe, calon Wakil Bupati, Dominikus Alphawan Rangga Kaka diberi kesempatan untuk meresmikan posko tersebut.
Namun demikian, disaat Dominikus Alphawan Rangga Kaka sedang berorasi, tiba-tiba muncul oknum masyarakat yang masuk dan langsung menghalangi proses peresmian yang berlangsung.
Oknum itu meminta untuk membatalkan serta memberhentikan proses safari politik yang dilakukan oleh Pasangan Ratu Angga.
Padahal dalam orasai politiknya, Rangga Kaka sedang menghimbau masyarakat di posko itu supaya menjaga kedamaian dan persaudaraan selama proses penyelenggaraan Pilkada yang sedang berlangsung.
“Dia(oknum DPRD) sudah ada memang disitu. Dia masuk instrupsi langsung menghalang-halangi suruh berhenti tidak boleh resmikan posko,” tutur Ratu Wulla.
Ratu Wulla mengaku mengenal sosok yang tiba-tiba menghalangi peresmian posko di Desa Webaghe.
Tinggalkan Balasan