Miris! Siswa SBD Keracunan MBG, Pihak Rumah Sakit Malah Tagih Biaya Administrasi di Sekolah
Surat penagihan itu ia terima ketika 4 siswa yang dirawat di rumah sakit Karitas Weetebula dikeluarkan.
Menurutnya, setelah siswa-siswi yang mendapat perawatan dikeluarkan, hanya rumah sakit Karitas Weetebula yang mengirim surat penagihan biaya. Sedangkan dari Puskesmas Rada Mata dan RSUD Reda Bolo tidak ada penagihan.
“Sekarang kan mereka minta biaya, saya bingung. Ini program Pemerintah, mau ambil biaya dari mana? Kita buat surat pernyataan, nanti ini mungkin kita kasih ke Karitas, mungkin nanti karitas hubungi Pemda. Karena tadi saya baru dapat surat tagihan dari sana, saya akan kontak ke pihak yang bertanggung jawab untuk membayar biaya di sana, saya tidak tahu biayanya bagaimana, karena memang itu bukan kesalahan kami,” tegas Bruder Alfridus, Kamis(24/7/2025).
Sementara itu, Kepala Ombudsman NTT Darius Beda Daton menyesalkan kejadian tersebut.
Ia menegaskan, korban harus segera mendapatkan penanganan medis dan pemerintah wajib bertanggung jawab.
Pasalnya, program ini merupakan program Pemerintah dan menggunakan APBN.
Tinggalkan Balasan